24 December 2021, 09:15 WIB

Kalteng Jadwalkan Pengerukan 3 Alur Sungai di 2022


Surya Sriyanti | Nusantara

dok.Humas Pemprov Kalteng
 dok.Humas Pemprov Kalteng
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran

JALUR pelayaran yang dilalui di muara sungai di Provinsi Kalteng belum mampu dilayari oleh kapal-kapal besar. Untuk itu  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berencana malakukan pengerukan 3 alur sungai yaitu Sungai Kapuas, Sungai Mentaya dan Sungai Kumai ,  solusi ini untuk memudahkan arus keluar masuk barang melalui jalur air baik laut dan sungai.

Hal ini dikatakan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran saat  Rapat Koordinasi Tehnis (rakornis) dalam rangka berdiskusi dan merumuskan optimalisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Perhubungan Laut sekaligus melakukan evaluasi terhadap progress yang telah dilakukan dari masing-masing pihak yang terkait dalam hal rencana pengerukan sungai dan pengembangan pelabuhan di Provinsi  Kalteng, Kamis (23/12).

Seperti diketahui Provinsi Kalteng memiliki 11 sungai besar atau Daerah  Aliran Sungai (DAS) dengan total panjang mencapai 4.625 km. Menurut Sugianto Sabran hal ini dilakukan karena Pemrov Kalteng berkomitmen untuk meningkatkan PAD dari sektor-sektor unggulan, salah satunya adalah melalui hilirisasi industry.

Dalam mendukung Hilirisasi industry, jelas Sugianto, pertama  Pemprov Kalteng telah melakukan moratorium terhadap komoditas dari Sumber Daya Alam Kalteng untuk keluar dari Kalteng dalam bentuk bahan mentah seperti Kayu Log, Bauksit,dan lainnya , ujar Sugianto.

kedua inisiasi pembentukan Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu (KAPET) kepada Bappenas dan Kemenko Perekonomian dengan semangat pembangunan suatu kawasan yang terdiri atas beberapa industri secara terpadu dan terintegrasi, telah mendapatkan respon baik dari dua kementerian tersebut melalui fasilitasi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Ketiga, hilirisasi Industri sangat membutuhkan alur distribusi dengan dukungan fasilitas perhubungan, salah satunya adalah perhubungan laut melalui pembangunan pelabuhan utama dan metode ship to ship delivery atau STS untuk mendukung kelancaran arus barang baik dari dan  keluar Provinsi  Kalteng, dimana sejumlah sungai perlu dilakukan pengerukan ,tutur Sugianto dalam keterangan tertulis, yang dikutip Jumat (24/12).

Sementara itu, Pj. Sekda Pemprov Kalteng H. Nuryakin mengatakan rakornis diselenggarakan sebagai tindak lanjut kunjungan Pemprov Kalteng ke PT Pelindo Sub Regional Kalimantan di Banjarmasin pada 18 desember 2021 untuk melihat secara langsung pola manajemen kepelabuhanan di bawah pengelolaan PT. Pelindo Sub Regional Kalimantan baik di pelabuhan trisakti maupun di pelabuhan Taboneo.

Dari kunjungan tersebut, jelas dia, Pemprov Kalteng pada masa Pemerintahan Gubernur H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo dapat mempelajari serta menerapkan pengembangan dan pengelolaan pelabuhan yang sudah berjalan dengan baik dibawah pengeloaan PT. Pelindo Sub Regional Kalimantan untuk dapat dibangun atau dikembangkan di Provinsi Kalteng dalam menunjang berbagai program strategis Nasional antara lain program lumbung pangan Nasional (Food Estate) di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas maupun pembangunan kawasan ekonomi khusus di teluk Sampit. (OL-13)

Baca juga: Penerimaan Pajak KPP Pratama Gianyar 2021 Lampaui Target

BERITA TERKAIT