23 December 2021, 10:15 WIB

Gereja Kristus Raja Surabaya Hadirkan Ornamen Nusantara di Pohon Natal


Basuki Eka Purnama | Nusantara

ANTARA/Didik Suhartono
 ANTARA/Didik Suhartono
Umat Kristiani membuat dekorasi Natal di Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya, Jawa Timur.

GEREJA Katolik Kristus Raja di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendesain pohon Natal dengan berbagai ornamen khas Nusantara yang juga terpampang di diorama kelahiran Yesus Kristus.

Kepala Gereja Katolik Kristus Raja, Pastor Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM, Rabu (22/12), mengatakan, peringatan Hari Raya Natal tahun ini mengangkat tema Cinta Kasih Membawa Semangat Persaudaraan.

"Konsep keseluruhan dari diorama, yakni untuk persaudaraan," katanya.

Baca juga: Ini Cerita dan Makna di Balik Hiasan Natal

Menurut dia, persaudaraan tersebut diambil dari keberagaman umat dan masyarakat, terlebih lagi tema cinta kasih membawa semangat persaudaraan.

"Maka kami membawa simbol-simbol keberagaman, jadi bukan menjadi bahan sebagai perpecahan, tapi saling merangkul," ujarnya.

Diketahui pada diorama kelahiran Yesus di Gereja Katolik Kristus Raja, tampak Bunda Maria dan Yoseph menggunakan kain tenun khas Alor Timur Nusa Tenggara Barat. 

Uniknya lagi, tiga Raja pembawa hadiah, mengenakan kain batik Korpri yang biasa dipakai oleh aparatur sipil negara (ASN).

Rosarita, selaku salah satu pengurus Gereja Katolik Kristus Raja, menjelaskan, tiga Raja pembawa hadiah yang memakai baju batik Korpri melambangkan Pemerintahan yang diharapkan bisa mengayomi dan menyejahterakan warga.

"Memang di sana, kami sengaja memasangkan batik Korpri pada tiga raja yang memberikan hadiah, melambangkan pemerintah bisa memberikan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengayomi," ujar Rosarita.

Dalam desain diorama kelahiran Yesus dan pohon Natal dengan corak Nusantara, Rosarita mengatakan itu semua merupakan ide Romo Markus. Namun, Rosarita bersama-sama dengan pengurus di Gereja Kristus Raja, diberi kebebasan mendesain pohon natal beserta dioramanya.

"Kebetulan untuk desain, kami satu tim yakni tim sanggar seni. Jadi dari kostum penari kami coba padukan di pohon Natal serta pernak-perniknya, ide yang kami punya dikeluarkan semua, maka dari itu berdirilah pohon natal ini," katanya.

Untuk ornamen pohon Natal, tampak beberapa batik di antaranya batik honocoroko, batik parang, batik naga, dan gedongan bayi. 

Tidak hanya kain batik, ada juga lambang dari mahkota Papua, Kalimantan, Sumatra, Aceh, hingga Tionghoa.

Menurut Rosari, ornamen-ornamen tersebut mempunyai arti sendiri-sendiri namun intinya keberagaman dari Nusantara.

Sementara itu, di balik diorama kelahiran Yesus dan Pohon Natal, juga ada desain pegunungan dari kertas, sehingga nampak natural. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT