22 December 2021, 21:45 WIB

Adopsi Program Citarum Harum, SPI Kalsel Dorong Pemulihan DAS Barito dengan Tanaman Kopi


Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny Susanto
 MI/Denny Susanto
 Wakil Gubernur Kalsel Muhidin bersama Ketua SPI Kalsel, Dwi Putera Kurniawan memperhatikan tanaman kopi. 


PEMULIHAN kerusakan daerah aliran sungai (DAS) Barito menjadi pekerjaan
rumah yang harus dihadapi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Serikat Petani Indonesia (SPI) mendorong pemulihan DAS Barito dengan tanaman kopi mengadopsi program Citarum Harum di Jawa Barat.

Hal ini dikemukakan Ketua SPI Kalsel, Dwi Putera Kurniawan dalam bincang-bincang dengan Pena Hijau Indonesia, di Kedai Biji Kopi, Kota
Banjarbaru, Rabu (22/12). "Pemulihan kerusakan DAS itu tidak cukup hanya menanam pohon, tetapi juga harus menyertakaan kepentingan ekonomi
masyarakat sekitar DAS yang sering terdampak bencana banjir," ungkapnya.

Di samping itu, lanjut dia, porsi kegiatan penanaman atau rehabitasi hendaknya lebih banyak di bagian hulu, bukan di bagian hilir dan perkotaan. Terkait pemulihan DAS Barito ini, SPI Kalsel mendorong
pengembangan tanaman kopi dan tanaman bernilai ekonomi seperti buah-buahan.

"Kalsel bisa mengadopsi program Citarum Harum yang dilaksanakan Pemprov Jawa Barat dengan menanam jutaan tanaman kopi dan tanaman buah sebagai tegakan, sehingga dapat lebih bernilai ekonomi dalam
rangka pemulihan ekonomi masyarakat korban bencana," tuturnya.

Pada bagian lain Pemprov Kalsel akan menggelar seminar nasional tentang pemulihan lingkungan bertajuk Program Sungai Martapura Bungas. Program ini mengusung konsep pemulihan yang bertujuan mengembalikan Sungai Martapura sebagai urat nadi ekonomi di tengah kompleksitas persoalan dari hulu ke hilir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan seminar nasional Program Sungai Martapura Bungas menghadirkan sejumlah pembicara nasional seperti Dony Monardo, inisiator Citarum Harum, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko dan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK Sigit Reliantoro, serta Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Sasaran utama program Sungai Martapura Bungas ini, lanjut Hanifah, adalah mengembalikan dan mempertahankan daya dukung ekosistem yang
ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Martapura, agar dapat terus mendukung
sendi kehidupan yang ada di Kalsel.

Secara rinci, kegiatan yang dilakukan meliputi, penanganan lahan kritis, pembersihan dan pengerukan endapan. (N-2)

 

BERITA TERKAIT