17 December 2021, 08:40 WIB

Pemkab Flores Timur Raih TPAKD Award dari OJK


Alexander P. Taum | Nusantara

dok.Humas Pemkab Flotim
 dok.Humas Pemkab Flotim
Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon mendapat penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Award tahun 2021.

PEMERINTAH Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terpilih sebagai satu-satunya daerah di Provinsi NTT, menerima penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Award tahun 2021.

Penghargaan tersebut diserahkan Sarjito, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, di Ballroom Hotel Grand Hyatt Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Penyerahan penghargaan TPKAD award 2021 kepada Bupati Flotim tersebut, sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada Kepala Daerah yang dinilai telah mendorong percepatan akses keuangan di daerah dan mendukung pencapaian target inklusi keuangan 90% di tahun 2024, melalui implementasi program kerja tahun 2021.

Bupati Hadjon menjelaskan, dalam rangka percepatan akses keuangan di daerah, Pemkab Flores Timur melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)  bersama sejumlah lembaga keuangan, pihaknya telah melaksanakan beberapa skema kegiatan, antara lain; Pertama; kebijakan Satu Rekening, Satu Pelajar yang secara masif dilaksanakan melalui Simpanan Pelajar (Simpel) oleh Bank NTT.

Bupati Hadjon menjelaskan, pihaknya mengeluarkan Peraturan Bupati yang mewajibkan Seluruh pelajar di Flores Timur memiliki tabungan dan ini disyaratkan oleh seluruh sekolah. Seluruh pelajar  memiliki simpanan pelajar (Simpel) itu di Bank BPD NTT.

"Syarat seluruh pelajar memiliki tabungan, sebenarnya kita mau membudayakan pentingnya menabung sejak dini. Anak-anak diajak untuk merencanakan masa depannya sendiri sejak dini," ujar Bupati Hadjon, Jumat (17/12)

Menurut Bupati Hadjon, bukan soal berapa nilai tabungannya,  melainkan niat. Apalagi, di Flores Timur terlalu banyak layanan simpan pinjam ilegal. Masyarakat enyebutnya "koperasi selamat pagi".

"Banyak kasus keuangan sudah terjadi, seperti investasi bodong dan sebagainya. Untuk menjawabnya maka upaya memerangi gencar dilakukan. Salah satunya adalah dengan cara mengedukasi masyarakat tentang jenis simpanan yang sehat dan diakui," ujar Bupati Hadjon.

Kedua, Pembiayaan Melawan Rentenir; yang dilaksanakan oleh BPR Bina Usaha Dana melalui Kredit Usaha Mandiri (KUM) Mandiri.

Ketiga, Pembiayaan sektor prioritas pertanian; yang dilaksanakan oleh Bank NTT melalui skema kredit MERDEKA.

"Kolaborasi antara Pemkab dan semua stakeholder telah menghantar Kabupaten Flores Timur mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik untuk nominasi percepatan akses keuangan daerah di wilayah kepulauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang diserahkan kepada saya selaku Bupati Flores Timur, pada Kamis (16/12), di Jakarta," terang Bupati Hadjon.

Dalam beberapa program, Anton Hadjon mendorong layanan jasa perbankan maupun koperasi, untuk menekan praktek rentenir. Dengan cara memangkas birokrasi pelayanan dan memberi layanan yang cepat sehingga masyarakat punya kesempatan memilih bank yang legal.

"Dan OJK mengikuti perjalanan kami dengan baik. Sehingga pada 2019, saya diundang menjadi pembicara di Maumere oleh OJK dan saya katakan  bahwa problem yang sangat serius di Flotim adalah adanya rentenir. Sehingga mulai saat itu bersama OJK, kami berdiskusi. Syukurlah mulai berkurang dan inilah yang membuat kita mendapatkan penghargaan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Gubernur Lampung Raih M Penghargaan Anugerah Parahita ...

 

 

BERITA TERKAIT