10 December 2021, 23:16 WIB

Kemenkominfo Targetkan 20.000 Warga NTT Jadi Talenta Digital


Mediaindonesia.com | Nusantara

Dok.Kemenkominfo
 Dok.Kemenkominfo
Pelaksanaan program Digital Talent Scholarship Kemenkominfo di NTT

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan talenta digital. 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo, Hary Budiarto menjelaskan kerja sama penyelenggaraan Program Digital Talent Scholarship itu menargetkan 20.000 warga di NTT bisa lebih cakap digital.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat diminta Menkominfo Johnny G. Plate agar bisa meningkatan talenta digital warga NTT terkait literasi digital, talenta digital, dan digital leadership. Total keseluruhan ditargetkan sebanyak 20.000 orang,” tuturnya usai Penandatanganan MoU Kerja Sama Balitbang SDM Kementerian Kominfo dengan Pemkab Manggarai Barat untuk Pelaksanaan Program DTS sebanyak 5000 orang Tahun 2022, di Ayana Hotel, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/12).

Di antara target 20.000 orang itu, Hary menyatakan ada pelatihan yang ditujukan mengasah kompetensi digital Aparatur Sipil Negara. “Jadi kita sedang menyiapkannya, terutama untuk Aparatur Sipil Negara melalui Government Transformation Academy. Penyusunan materinya melibatkan Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Ditjen Aplikasi Informatika,” jelasnya.

Menurut Hary dalam GTA-DTS, peserta pelatihan akan belajar untuk menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan menggunakan Super Apps Desa.

“Kita ajarkan bagaimana masyarakat desa atau aparat pemerintahan desa yang berada di wilayah di Kabupaten Manggarai Barat untuk bisa menerapkan SPBE, menggunakan aplikasi yang dinamakan Super Apps Desa. Jadi, kita laksanakan bersama-sama dan ini atas perintah dari Pak Menkominfo Johnny G. Plate,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, Balitbang SDM Kementerian Kemenkominfo juga membuka pelatihan untuk guru SD, SMP, SMA. “Kita akan latih melalui Thematic Academy, juga memakai aplikasi yang disiapkan oleh Direktorat LAIP Ditjen Aptika, tentang bagaimana pelaksanaan ujian dengan metode virtual school. Ini akan kita wujudkan di Kabupaten Manggarai Barat,” tegas Hary. 

Pelaksanaan pelatihan menurut Hary, akan berlangsung secara daring dan luring. Menurutnya peserta akan dapat mengakses super apps yang terhubung dengan cloud sehingga dapat diakses dimana pun. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Teknis Bidang TIK bagi pengajar serta pelatihan dan sertifikasi bagi para mahasiswa dan lulusan IT.

“Jadi, ToT-nya juga mengajak tenaga-tenaga lokal yang ada di sini, seperti misalnya lulusan, dosen atau mahasiswa semester akhir di bidang IT. Mereka diberikan pelatihan untuk membantu kita bagaimana mengimplementasikan program DTS bagi masyarakat desa,” jelasnya. 

Hary menjelaskan, Program Digital Talent Scholarship merupakan beasiswa talenta digital dari Kementerian Kominfo yang ditargetkan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan daya saing di bidang teknologi Informasi. Menurut Hary, melalui Program DTS, Kementerian Kominfo juga memberikan peluang mengikuti sertifikasi nasional dan internasional bagi peserta yang memenuhi syarat.

Baca juga : Lewat DTS, Kemenkominfo Dorong Pencetakan Talenta Digital di Daerah

“Ada pelatihan pendidikan yang bersertifikasi yang akan kita laksanakan. Seperti contoh, yang sertifikasi ada Program Profesional Academy yang berisikan materi-materi pembelajaran tentang revolusi industri 4.0, karena mereka di Manggarai Barat ini adalah salah satu kawasan yang ditunjuk menjadi daerah super prioritas pariwisata. Jadi semuanya harus menggunakan sarana sarana digital,” jelasnya. 

Ia menjelaskan, program pelatihan dan sertifikasi yang bisa dipilih terbagi dalam empat akademi, yaitu Profesional Academy (ProA), Fresh Graduate Academy untuk sarjana. Kemudian, Talent Scouting Academy (TSA) untuk mahasiswa yang masih berkuliah. Selain itu, ada pula Vocational School Graduate Academy (VSGA) yang ditujukan bagi lulusan SMK/SMA.

“Jadi semuanya nanti kita sertifikasi. Kita rencananya akan memulai kerjasama ini di bulan Januari tahun depan dan Pak Bupati Kabupaten Manggarai Barat sudah komitmen untuk ingin melaksanakan itu,” jelasnya.

Melalui Talent Scouting Academy, Kementerian Kominfo juga melatih mahasiswa yang bisa memanfaatkan hasil pelatihan untuk dikonversi menjadi jumlah angka kredit semester yang akan diambil.

“Kita targetkan mereka, ketika masyarakat masih belum mengerti berarti mereka belum lulus kuliah. Jadi mereka bisa lulus sampai masyarakatnya menngerti dan implementasi itu bisa berjalan. Adapula sebagian yang rekan-rekan dari Balitbang yang harus ikut traning juga, lalu ada yang lokal di sini harus training juga supaya nanti kalau ada masalah bisa diselesaikan secara lokal,” papar Hary. 

Guna meningkatkan jangkauan dan pelibatan pemerintah daerah, Kementerian Kominfo telah menjalin MoU dengan 10 pemerintah kabupaten dan kota. Hary menyatakan selain dengan Pemkab Manggarai Barat, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan 10 pemerintah daerah lain.

“Yang sudah saya tandatangani yakni MoU dengan Pemprov Bangka Belitung, Pemkot Pangkal Pinang, Pemkab Pamekasan, Pemkab Magetan, Pemkab Bandar Lampung, Pemprov Kalimantan Selatan yang didalamnya termasuk Pemkot Banjarbaru, Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Banjar,” jelasnya.

Hary mengungkapkan, Kementerian Kominfo juga menjalin kerja sama dengan Pemkota Bitung dan Pemkab Minahasa. “Untuk Pemkot Manado, kemarin ada permintaan. Begitu pula dengan Pemkab Cirebon. Barusan saya terima pesan Whatsapp, Bupati Cirebon minta untuk bekerjasama dengan Kominfo. Kemudian untuk daerah Pesisir Barat Pemprov Lampung dan Tangerang Selatan,” tuturnya.

Penandatangan MoU antara Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto dengan Bupati Kabupaten Manggarai Barat Edistasius Endi itu disaksikan langsung oleh Menkominfo Johnny G. Plate. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT