05 December 2021, 12:40 WIB

Dampak Erupsi Semeru, 79 Gardu Listrik Masih Padam


 Insi Nantika Jelita | Nusantara

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
 ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Rumah-rumah yang hancur akibat erupsi gunung Semeru di desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021)

HINGGA Minggu (5/12), PLN mengaku berupaya memulihkan seluruh pasokan listrik ke pelanggan. Pasalnya, masih ada 79 gardu listrik dengan 22.826 pelanggan yang terdampak padam pascaerupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12).

Adapun wilayah yang mengalami gangguan listrik tersebut adalah Desa Pronojiwo, Desa Supit Urang, Desa Taman Ayu, Desa Tempursari dan Desa Curah Kobokan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Adi Priyanto menjelaskan, beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau oleh petugas PLN dikarenakan adanya akses jalan utama atau di Jembatan Perak Piketnol yang roboh akibat erupsi.

“Saat ini akses menuju lokasi masih tertutup, akibat patahnya jembatan Perak di Pronojiwo. Personil PLN akan segera mengamankan pasokan listrik di lokasi terdampak saat akses kembali dibuka," tuturnya dalam keterangan resmi, Minggu (5/12).

Adi juga menerangkan, dari 112 gardu yang terdampak kini 33 gardu sudah menyala kembali, sehingga sebanyak 7.697 pelanggan telah mendapatkan pasokan listrik.

Menindaklanjuti peristiwa erupsi Gunung Semeru, PLN menyatakan telah melakukan jumlah langkah, yakni koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan daerah atau zona yang aman dan zona bahaya, serta zona yang bisa dilewati oleh petugas PLN dalam upaya pengecekan instalasi dan penormalan.

Untuk menambah pasokan listrik, lanjut Adi, PLN juga telah mengumpulkan genset portable berkapasitas 2,2 sampai 4 kilowatt (kw) sebanyak 8 unit, kapasitas 23 kw sebanyak 1 unit dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) dan

Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) terdekat, serta menyiapkan personel bantuan dari ULP/UP3 terdekat.

PLN pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi turunnya abu panas lanjutan, di tengah intensitas hujan dan cuaca ekstrem yang menyertai.

"Bagi masyarakat jangan berada di dekat jaringan listrik, gardu, panel PJU ataupun pohon yang berpotensi roboh ketika terjadi cuaca ekstrem," imbuh Adi. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT