04 December 2021, 20:45 WIB

Sahabat Ganjar Gelar Baksos dan Pelatihan bagi UMKM di Lombok Tengah 


Yusuf Riaman | Nusantara

MI/Yusuf Riaman
 MI/Yusuf Riaman
Sahabat Ganjar menggelar pelatihan di Desa Sukarara, Lombok Tengah, NTB

MASYARAKAT Desa Wisata Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut gembira kegiatan bhakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan sekaligus pengobatan gratis oleh tim kesehatan Sahabat Ganjar. 

"Kami datang ingin berbagi dan berbakti khususnya kepada suku adat yang ada terkait pemeriksaan kesehatan," kata Maringgoso, Wakil Ketua Umum  DPP Sahabat Ganjar saat berkunjung bersama rombongan ke Desa Wisata Sade, Sabtu (4/12). 

Sebelumnya, tim Sahabat Ganjar juga datang berkunjung ke sentra kerajinan tenun Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Di sana tim Sahabat Ganjar memberikan edukasi, penyuluhan marketing kepada sejumlah pengrajin di Artshop Apin antara lain meliputi bagaimana membuka toko secara online, akun, produk hingga startegi pamasaran yang jitu. 

"Kami sangat berterimakasih Sahabat Ganjar sudah berkunjung ke artshop kami, saya senang. Jika beliau nanti dicalonkan maka saya bersama teman-teman akan mendukung, semoga nanti beliau mau datang dan saya besedia mengumpulkan para penenun orang di sini," kata Ibu Apin pemilik Artshop kepada wartawan. 

Pada kunjungan tersebut tim Sahabat Ganjar, memberikan semangat kepada pengrajin untuk terus melakukan inovasi kerajinan disertai staregi  pemasaran yang baik. 

Saat kunjungan di Desa Sade, tim Sahabat Ganjar diterima langsung oleh Kurdap Salake, Kepala Suku Desa Sade. Maringgoso bersama tim disambut dengan tarian musik tradisional Gendang Beleq. 

Kurdap menjelaskan, masyarakat Suku Sasak yang ada di Desa Wisata Sade telah ada kurang lebih 15 generasi, dan masih eksis mempertahankan eksistensi ke-Sasakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari khasanah kebudayaan bangsa Indonesia yang sangat futuralistik dan Bhineka Tunggal Ika. 

"Terima kasih Sahabat Ganjar semoga ini memberikan dukungan inspirasi kepada kami untuk menjaga eskistensi kami sebagai masyarakat di sini," kataKurdap. 

Maringgoso pada kesempatan tersebut nampak kagum terhadap cagar budaya Suku Sasak dengan bangunan asli yang merupakan kekayaan bangsa, dan  masyarakat Lombok. Dia mengatakan destinasi wisata Sade harus dikelola dengan baik. 

Baca juga : Puluhan Warga Desa Sumberwuluh Lumajang Mengungsi akibat Semeru Meletus

"Bangunan yang ada betapa luar biasa dari sisi arsitekturnya. Kami titipkan kepada masyarakat Indonesia supaya dijaga, dilestarikan, jangan sampai tergerus oleh budaya asing yang masuk mengatasnamakan tren modern," katanya. 

Maringgoso mengatakan, pada prinsipnya Sahabat Ganjar memberikan dukungan penuh kepada pemangku adat, Indonesia yang kaya dengan berbagai  budaya dilestarikan bersama. 

"Harapannya tentu kita butuh seorong pemimpin seorang presiden yang mampu mengelola kebinekaan yang ada di republik ini" ujar Maringgoso. 

Karena itu sebut Maringgoso, melalui silaturhami, berbagi dan berbakti khususnya kepada suku adat yang ada, Sahabat Ganjar berharap dan berdoa dapat terus berkarya dan berkarya. 

"Hingga pada saatnya nanti ada gelaran presiden secara langsung 2024 yang akan datang tokoh yang kita idolakan ini Mas Ganjar Pranowo akhirnya bersedia untuk menjadi presiden kita bersama," katanya 

Sekretaris Sahabat Ganjar Benny Siagusman menjelaskan, kegiatan di Desa Sade dan Desa Sukarara , Lombok Tengah, NTB, sejalan dengan program Ganjar Pranowo untuk mengangkat UMKM agar mendapat perhatian lebih. 

"Dengan materi mengenai penyuluhan marketing online, diharapkan para penjual kain tenun siap berjualans ecara daring dan produk dari desa ini bisa dikenal secara lebih luas," ujar Benny.  (OL-7)

BERITA TERKAIT