04 December 2021, 17:10 WIB

Hulu Sungai Tengah Normalisasi Sungai dan Angkat Tanah Longsor


MI/Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny Susanto.
 MI/Denny Susanto.
Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Kalsel, akhir November lalu.

PASCABENCANA banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mulai menurunkan sejumlah alat berat guna mengeruk (normalisasi) sungai, pembersihan sampah, dan membuka akses jalan yang tertimbun longsor.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Yani, Sabtu (4/12), mengatakan upaya normalisasi sungai dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Hantakan, Haruyan, dan Kayu Rabah. "Alat berat sudah diturunkan untuk normalisasi sungai guna mengurangi ancaman banjir, pembersihan sampah sungai, dan membuka akses jalan yang tertimbun longsor," ungkapnya.

Adapun teknis pelaksanaan penanganan pascabanjir dilimpahkan ke masing-masing kecamatan. Selain itu pemkab setempat juga telah melaporkan dan meminta bantuan Balai Besar Sungai terkait pengerukan sungai dan penanganan permasalahan sampah sungai (raba) ini.

Pantauan Media Indonesia, alat berat ekskavator mulai bekerja membuka akses jalan yang tertimbun longsor di Desa Arangani. Di ruas jalan menuju Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, ada yang tertimbun longsor. Kondisi ini membuat akses jalan menuju desa dan dusun di pedalaman menjadi semakin sulit ditembus. Di sisi lain hujan juga membuat ruas jalan yang didominasi jalan tanah tersebut rusak parah.

"Sedikitnya ada 11 titik longsor di wilayah Kecamatan Hantakan," tutur Kasman Susanto, Ketua Posko Meratus. Di samping membuka akses jalan yang tertimbun longsor, alat berat ini juga akan bekerja mengeruk sungai di bagian hulu Pegunungan Meratus di Desa Datar Ajab.

Hingga kini bencana banjir di Kalsel masih merendam sejumlah wilayah dataran rendah di Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan. Ketinggian banjir juga sudah jauh berkurang.

Data BPBD Provinsi Kalsel, mencatat tanah longsor terjadi di 39 titik tersebar di Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. Banjir dan tanah longsor juga menyebabkan 10.685 keluarga atau 31.136 jiwa terdampak banjir. Sebanyak 18 jembatan rusak dan hancur serta 116 fasilitas umum rusak ringan dan berat. (OL-14)

BERITA TERKAIT