02 December 2021, 07:50 WIB

BI Tasikmalaya Dorong Kepala Daerah di Priangan Timur Bangkitkan Ekonomi di 2022


Ad Kristiadi | Nusantara

MI/Adi Kristiadi
 MI/Adi Kristiadi
BI Perwakilan Tasikmalaya bersama lima kepala daerah di Priangan Timur berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi di 2022.

BANK Indonesia (BI) perwakilan Tasikmalaya bersama lima kepala daerah di Priangan Timur, yakni Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berkomitmen agar ekonomi tahun 2022 tumbuh. Komitmen tersebut dideklarasikan bersama di Tasikmalaya, Selasa (30/11)

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Darjana, mengatakan, dalam pertumbuhan ekonomi ini harus dilakukan mulai kebijakan pemerintah daerah dalam mengatur gas dan rem ekonomi. Yaitu melalui penetapan PPKM, pencapaian vaksinasi dan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Pada tahun 2022 ekonomi harus segera pulih dan kami mendorong konsumsi masyarakat dengan melanjutkan program bantuan sosial, melakukan akselerasi khususnya menengah atas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pelaksanaan agenda kegiatan dalam strategis di Priangan Timur. BI Tasikmalaya akan mengembangkan sektor perikanan maritim dan pariwisata," kata Darjana dalam keteranganya, Rabu (1/12/2021).

Ia mengatakan, dalam peningkatan digitalisasi yang dilakukan UMKM dan ekspor harus tetap didukung sumber pembiayaan ekonomi kreatif hingga perlu didukung juga dengan kelancaran sistem pembayaran supaya berdampak bagi perekonomian lokal secara langsung. Namun, untuk meningkatkan realisasi investasi harus melalui pelaksanaan berbagai kegiatan yang dapat  mendorong investasi dengan berbagai cara untuk mengoptimalisasi Forum Ekonomi sebagai wadah sinergi dan kolaborasi.

"Apabila seluruh pihak berkomitmen ekonomi di Priangan Timur akan bangkit dan pulih pada 2022 dan kita optimistis bisa lebih cepat dari wilayah lain. Karena kita merupakan produsen di sektor pertanian dan warga kita juga banyak yang bekerja di sektor pertanian tetapi selama ini kita juga lebih punya daya tahan terhadap pandemi," ujarnya.

Menurutnya, pertanian merupakan sektor ekonomi dengan kredit yang bertumbuh paling tinggi dengan mencapainya 41,26 persen pada bulan Oktober 2021 dan kredit untuk sektor perdagangan secara nominal mendominasi penyerapan kredit dan itu telah menunjukkan perbankan memiliki peran strategis dan paling penting pada pembiayaan di sektor ekonomi unggulan di Priangan Timur.

"Kami memproyeksikan di tahun 2021 adanya pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur ada di atas rata-rata Jawa Barat dan nasional dari pertimbangan dari sektor pertanian menjadi tumpuan utama. Sementara pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur akan ada di angka yang sama dengan nasional, tapi di bawah Jabar, karena sektor pertanian dari tahun ke tahun menurun dan ini juga menjadi tantangan untuk meningkatkan produktivitas, pembukaan sawah baru, digital farming dan program yang bisa meningkatkan produksi pertanian," katanya.

Ia mengungkapkan, sektor pertanian memang salah satu yang tumbuh baik pada kuartal III 2021 dengan perkembangan ekonomi yang berangsur pulih memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di Priangan Timur sebesar 3,49 persen relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Jabar. Namun, secara umum akan memproyeksikan pertumbuhan perekonomian di Indonesia pada 2022 dengan mencapai 4,7 persen hingga 5,5 persen, dari 3,2 persen hingga 4,0 persen tahun 2021.

"Kami optimisme untuk didorong perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor termasuk meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi, investasi. Karena, sekarang ini harus didukung vaksinasi pembukaan sektor ekonomi dan stimulus dari kebijakan namun bertahannya ekonomi telah ditopang dari sektor pertanian dan permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Prosedur Keluar Masuk Daerah di Sumut Ribet, Lebih Baik di Rumah Saja saat Nataru

 

BERITA TERKAIT