30 November 2021, 15:05 WIB

Pererat Rasa Kebangsaan, Polresta Denpasar Luncurkan Lagu dan Film Garudaku Garudamu


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/Arnoldus Dhae
 MI/Arnoldus Dhae
Suasana peluncuran Lagu dan Film Garudaku Garudamu di Denpasar, Bali.

 

KAPOLRESTA Denpasar Komisaris Besar Jansen Avitus Panjaitan bersama tim
dari Frame Entertainment Indonesia meluncurkan lagu dan film berjudul
"Garudaku Garudamu", Senin malam (29/11) di Taman Budaya Garuda Wisnu
Kencana (GWK) Bali.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Ketua DPRD
Bali Nyoman Adi Wiryatama, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, para Kapolres seluruh Bali, perwakilan dari Kodam IX Udayana, perwakilan dari Korem Wira Satya Bali, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan seluruh Forkompinda Bali serta undangan VIP lainnya.

Di hadapan sekitar 1.000 undangan, Jansen menjelaskan, lagu dan film berjudul Garudaku Garudamu diluncurkan untuk memperingati hari pahlawan Republik Indonesia yang jatuh pada 10 November lalu.

Lagu dan Film Garudaku Garudamu mengungkapkan bahwa semangat dan perjuangan para pahlawan harus menginspirasi generasi muda Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sebab, selain sebagai lambang negara, Garuda juga sebagai pemersatu perbedaan dari Sabang sampai Merauke.

Dari sinilah inspirasi lagu tersebut hingga menggandeng anak-anak Papua.

"Dalam Film dan Lagu Garudaku Garudamu, kami mengajak dan melibatkan
anak-anak Papua. Ini adalah salah satu program Kapolri. Kita tahu bahwa
masih ada sebagian adik-adik mahasiswa Papua yang mungkin salah informasi atau dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu," ungkapnya.

Persoalan ini bisa menjadi sumber disintegrasi bangsa, sumber perpecahan. Padahal Indonesia ini satu yakni NKRI sampai kapanpun.

Lagu dan Film Garudaku Garudamu juga ingin menampilkan semangat persatuan dan kesatuan di Hari Pahlawan bahwa kita ini satu yakni Indonesia. Juga mengumandangkan dan mengingatkan kembali bahwa Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua.

Sementara itu pihak Frame Entertaintment Indonesia (FEI), Chan Fei Ling
mengaku mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak Polresta Denpasar dalam pembuatan video ini. Pihaknya mengambil konsep lebih ke nilai-nilai pengabdian dan balutan musik yang lebih techno dan lebih progresif.

Dengan konsep musik ini diharapkan akan lebih mudah masuk dan diterima para pendengarnya. "Kami juga ingin menonjolkan bahwa ini adalah nilai
persatuan. Persatuan dan kesatuan," ungkapnya.

Shooting untuk video dalammusik ini hanya memakan waktu satu hari di tiga lokasi terpilih. Di antarnya di Pantai Mertasari, kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Pantai Melasti. (N-2)

BERITA TERKAIT