16 November 2021, 08:20 WIB

Natal Bersama dan Festival Budaya Siap Digelar di Pasar Skouw


mediaindonesia.com | Nusantara

dok.humas BNPP
 dok.humas BNPP
Deputi II BNPP Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw meninjau Pasar Skouw yang merupakan areal PLBN Papua-PNG.

PASAR Skouw yang merupakan areal Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua akan digelar Natal bersama, festival budaya dan kuliner.

Kegiatan tersebut, jelas Deputi II Badan Nasional Penggelola Perbatasan Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada di perbatasan negara, yakni di areal PLBN Skouw. Hal ini juga sesuai arahan dan harapan dari Presiden Jokowi dalam mengembangkan ekonomi di tapal batas, sebagai garda terdepan bangsa.

"Festival ini hanya menjadi trigger atau pemicu, meski saat ini pagar di perbatasan masih ditutup, sehingga saudara-saudara dari seberang ini, PNG belum datang dan ini diharapkan menjadi trigger, sehingga aktivitas ekonomi ini harus jalan," katanya saat melaksanakan kunjungan kerja di Pasar Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Senin (15/11).

Kegiatan ibadah Natal ini, ungkap Paulus, diinisiasi oleh Ikatan Alumni Jawa Timur yang merupakan bagian dari rangkaian festival budaya dan kuliner. Acara ini akan melibatkan kalangan milenial Papua dengan pelaksana dari BNPP, melibatkan PLBN Skouw, Pemerintah Provinsi Papua dan Kota Jayapura serta lembaga atau instansi terkait.

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, banyak warga yang datang ke Pasar Skouw atau PLBN untuk berbelanja atau sekedar jalan-jalan, sehingga gairah ekonomi di kawasan ini makin meningkat," harapnya.

Ide melaksanakan kegiatan ini, lanjutnya, merupakan langkah lanjutan dari kunjungan dua pekan lalu bersama staf ahli Kementrian Koperasi dan UKM, serta rapat koordinasi dengan Pemprov Papua, Pemkot Jayapura dan PLBN Skouw. Potensi pasar Skouw belum digarap optimal.

"Pasar Skouw ini sangat potensial, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan ekonomi dari saudara-saudara kita dari seberang, PNG. Kemudian sekarang ada upaya untuk sama-sama menyemangati, membuat semangat kita tangani bersama-sama, melihat kembali fungsinya pasar," ungkap Paulus.

Sebagai Deputi II BNPP, yang mempunyai tugas mengelola potensi kawasan perbatasan sebagaimana Inpres Nomor I Tahun 2021 yang diberikan amanat dari Presiden Jokowi, kata Paulus Waterpauw ada tiga wilayah perbatasan di nusantara yang menjadi perhatian utama yakni pertama di Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua, kedua di di Motaain, Kabupaten Belu NTT dan terakhir di Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Pasar Moderen

Kepala PLBN Skouw Yan Numberi didampingi salah satu kepala seksi, Mathilda Pusung dan Kapos Pol Skouw Iptu Kasrun, menyambut baik rencana akan digelar ibadah Natal dan festival budaya serta kuliner yang akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.

Pasalnya, kata dia, sejak pandemi COVID-19 merebak pada tahun lalu, tidak ada lagi kegiatan seremonial atau pun kegiatan pengembangan ekonomi di tapal batas ataupun di Pasar Skouw, sehingga berdampak pada lesunya aktivitas warga.

Terkait status Pasar Skouw, Yan Numberi tegaskan bahwa sebenarnya pengelolaannya sejak awal tahun ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Pemprov Papua setelah diserahkan oleh BNPP. Sayangnya pasar yang menjadi ikon itu tidak terurus dan terkesan terbengkalai, apalagi adanya pandemi Corona semakin membuat areal itu kurangnya aktivitas jual beli warga.

"Pasar yang selama ini dikelola oleh BNPP tapi setelah kita serahkan ke Provinsi Papua, terbengkalai dan tidak ada perhatian. Seharusnya pasar ini dijaga dan dirawat  dengan baik, karena ini adalah pasar moderen dan termegah yang ada di batas negara," katanya.

Sebelum diserahkan ke Provinsi Papua, PLBN Skouw sebagai perpanjangan tangan dari BNPP di daerah mengelola dengan baik bahkan melibatkan 60 tenaga pekerja sekitar untuk menjaga dan merawat serta membersihkan pasar tersebut.

"Namun, setelah diserahkan hal itu tidak dilanjutkan sehingga kami merumahkan 60 pekerja itu. Dengan demikian pasar ini tidak terurus. Ada baik kita harus jaga supaya jangan dirusak, hancur tetapi pasar ini dapat digunakan, dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Dimana peningkatan ekonomi kerakyatan ini dapat dimulai dari Pos Lintas Batas dengan pasar modern ini," kata Yan Numberi.

Natal Bersama

Sementara itu, terkait ibadah Natal,  Ketua Ikal Jatim Yohanis Momot mengemukakan bahwa ibadah itu untuk menunjukkan bahwa wilayah tersebut penting karena menjadi jendela bagi Indonesia dan Pemprov Papua yang berbatasan langsung dengan negara tetangga PNG.

Natal bersama juga akan menjadi ajang untuk saling mendekatkan diri antara tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat terpinggirkan di wilayah perbatasan dengan Deputi II BNPP Komjen Pol Paulus Waterpauw.

"Deputi II BNPP Komjen Paulus Waterpauw mau mendekatkan diri dengan tokoh masyakat tokoh adat dan kaum terpinggirkan di wiayah perbatasan dan daerah lain Kota Jayapura mulai dari Koya Tengah sampai Koya Timur dan sekitarnya," jelas Momot.

Dalam rangkaian kegiatan Natal bersama tersebut, akan melibatkan warga di kampung sekitar dan ada pembagian bantuan bahan makanan kepada masyarakat setempat. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Ribuan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah

BERITA TERKAIT