14 November 2021, 23:55 WIB

Pelestarian Seni Budaya Bangsa Tanggung Jawab Bersama


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/DJOKO SARDJONO
 MI/DJOKO SARDJONO
Kepala Disparbudpora Klaten Sri Nugroho menyampaikan pidato


PELESTARIAN dan pengembangan seni budaya bangsa di era globalisasi ini
menjadi tanggung jawab bersama. Pasalnya, ke depan pelestarian seni budaya semakin diuji seiring pesatnya kemajuan teknologi.

Hal itu dikatakan Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Disparbudpora, Sri Nugroho, pada sarasehan budaya
peran seni pedalangan dalam mewujudkan Klaten maju, mandiri, dan
sejahtera di Sanggar Cemara, Randulanang, Klaten, Minggu (14/11).

"Di era globalisasi ini pergaulan masyarakat tidak hanya secara verbal,
tetapi juga melalui media seperti televisi dan internet. Jika dalam
pergaulan itu tidak disertai bekal moral dan budi pekerti, niscaya kita
bisa larut dalam budaya atau sistem nilai baru yang datang dari luar," jelasnya.

Menyadari pentingnya pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa,
lanjut Sri Mulyani, keberadaan organisasi kemasyarakatan Dewan Kesenian
Klaten sebagai mitra pemerintah daerah itu perlu mendapat dukungan semua pihak, guna mewujudkan masyarakat Klaten yang maju, mandiri, dan
sejahtera.

Sebagaimana diketahui, bahwa Klaten merupakan gudang seniman dan
seniwati besar. Pun potensi seni budaya tradisi di daerah ini sangat
membanggakan, antara lain seni tari, pedalangan, ketoprak, srandul
srontul, karawitan, seni rupa, komedi tunggal, sastra Jawa dan sastra
Indonesia.

"Potensi seni budaya itu aset bangsa yang tak ternilai harganya, yakni
untuk membentuk karakter dan budi pekerti masyarakat yang tangguh, serta dapat menjadi penopang utama dalam mengembangkan sektor industri
pariwisata daerah," kata Bupati Sri Mulyani.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setyawan DS
mengatakan, untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah,
Klaten telah memiliki Perda No 2 Tahun 2014 tentang Pelestarian Bahasa
dan Budaya Jawa, dan Perda No 13 Tahun 2019 tentang Pemajuan Kesenian.

Dewan Kesenian Klaten memiliki strategi Tri Karsa Budaya atau
meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah. Adapun
program kegiatannya ada enam cabang seni, yakni seni rupa, seni tari,
seni musik, seni sastra, seni teater, dan seni media rekam.

Kemudian, enam cabang seni itu meliputi 14 komite, yakni seni lukis dan
seni patung, seni tari tradisi dan kreasi, seni musik diatonis dan
pentatomis, seni sastra Jawa dan sastra Indonesia, seni pedalangan, seni ketoprak, seni srandul strontul, teater modern, fotografi, dan audio visual/film.

Menurut ketua panitia, Kasino Puspo Pandoyo, sarasehan budaya dengan
tema peran seni pedalangan dalam mewujudkan Klaten maju, mandiri, dan
sejahtera itu menghadirkan narasumber dalang kondang Purbo Asmoro dan
Kepala Disparbudpora Klaten Sri Nugroho.

Sarasehan seni budaya yang dipandu oleh Ki Bagong Darmono, digelar Komite Pedalangan Dewan Kesenian Klaten. Acara sarasehan ini
dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari para tokoh budayawan,
seniman, dalang, dan ketua komite Dewan Kesenian Klaten. (N-2)

BERITA TERKAIT