09 November 2021, 15:53 WIB

Kasus Covid-19 di DIY Melanda Sekolah


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

Antara/Andreas Fitri Atmoko.
 Antara/Andreas Fitri Atmoko.
Pelajar kelas VIII mengikuti pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer 2021 di SMPN 11 Yogyakarta, Senin (4/10/2021).

PENULARAN covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa hari belakangan ini banyak terjadi di lingkungan sekolah.

"Muncul klaster sekolah sehingga masyarakat harus lebih hati-hati, baik anak-anak (peserta didik) maupun guru," kata Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Selasa (9/11). Alhasil, DIY pun menduduki peringkat teratas kasus covid-19 pada Senin (8/11) dengan 33 kasus. 

Di bawah DIY, kasus tertinggi yaitu Jawa Timur dengan 30 kasus, DKI Jakarta 29 kasus, dan Banten 23 kasus. Ia mengatakan, begitu ada siswa positif, sekolah harus ditutup dan dilakukan tracing, testing, dan treatment. Sekolah-sekolah lain yang belum muncul kasus positif covid-19 diminta supaya tidak lengah.

Munculnya kasus covid-19 di sekolah harus dievaluasi, semisal mungkin ada yang tidak memakai masker saat di kelas atau kantin tetap buka. "Kami investigasi (penularan disebabkan apa)," kata dia.

Baca juga: Sinergi Pemangku Kepentingan Solusi Entaskan Ilegal Drilling di Sumsel

Ia menyatakan, sekolah-sekolah di Kapanewon Sedayu ditutup sementara sampai semua yang positif covid-19 bisa sembuh dulu. Pesannya, guru ataupun peserta didik kalau sudah jelas positif atau sakit, jangan hadir di kelas. Jika masih ada yang membandel, satgas dan masyarakat harus memberi teguran. (OL-14)

BERITA TERKAIT