07 November 2021, 13:42 WIB

Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Masih Tanggap Darurat Banjir


M. Iqbal Al Machmudi | Nusantara

Foto/Dok.BNPB
 Foto/Dok.BNPB
Banjir masih menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, hingga Sabtu malam (6/11).

BANJIR masih menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), hingga Sabtu malam (6/11), pukul 21.13 WIB. Pantauan BPBD setempat tinggi muka air mengalami kenaikan kembali. Hingga kini, Kabupaten Sintang masih berada pada status tanggap darurat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang melaporkan ketinggian muka air berkisar 1 hingga 3 meter. Sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir yang sudah terjadi sejak Kamis pagi (21/10) atau sekitar lima pekan lalu. Banjir saat itu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Kapuas dan Melawi meluap.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan merespons peristiwa ini, pemerintah daerah telah melakukan upaya penanganan darurat sejak awal banjir ini terjadi.

"BPBD Kabupaten Sintang bersama tim gabungan telah mendirikan pos pengungsian dan mendistribusikan bantuan makanan. Pos komando yang telah dibentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang juga mengoperasikan dapur umum maupun pos kesehatan," dalam keterangannya, Minggu (7/110.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berada di lapangan untuk melakukan kaji cepat di lapangan, salah satunya peninjauan lokasi banjir di beberapa titik utama di Kabupaten Sintang.

Selain kaji cepat, BNPB berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan pertolongan, evakuasi maupun operasional dapur umum.

"Tim BNPB melaporkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses penanganan darurat, seperti belum tersedianya peta genangan banjir, terbatasnya perahu karet untuk evakuasi, dan akses jalan yang tergenang banjir," ujarnya.

Kedua belas kecamatan yang terdampak yaitu Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian dan Kelam Permai.

BPBD masih terus melakukan pendataan terhadap dampak banjir yang meluas ini. Data terkini, Sabtu (6/11), 24.522 KK atau 87.496 jiwa terdampak, sedangkan data warga yang mengungsi masih terus dimutakhirkan.

BPBD mencatat titik pengungsian maupun mereka yang mengungsi ke tempat saudara mereka. Data terakhir, banjir ini mengakibatkan dua warga meninggal dunia, masing-masing di Kecamatan Tempunak dan Binjai.

"Kerugian material tercatat sementara yaitu 21.000 unit rumah dan 5 unit jembatan terdampak, serta sarana tempat ibadah yang juga terendam banjir," pungkasnya. (Iam/OL-09)

BERITA TERKAIT