05 November 2021, 09:30 WIB

Kabupaten-Kota di Indonesia Didorong Miliki Subsektor Ekonomi Kreatif Unggulan


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Menparekraf Sandiaga S Uno saat melihat-lihat hasil kerajinan tangan masyarakat Lombok yang merupakan potensi ekonomi kreatif UMKM lokal.

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus mendorong agar kabupaten/kota di seluruh Indonesia memiliki subsektor ekonomi unggulan. Dalam rangka tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf menggelar workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (Kata) Kreatif Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (4/11).

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto, yang hadir mewakili Deputi Bidang Pengembagan Destinasi dan Infrastruktur, Vinsensius Jemadu, menjelaskan, kegiatan workshop ini merupakan bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.  

"Ini juga merupakan program strategis yang dikawal dan diakselarasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Kenapa kegiatan ini strategis, karena sesuai dengan amanah regulasi yang ada, mulai dari Inpres Tahun 2019 sampai ada RPPS-nya, RPJM-nya, dan lain sebagainya," kata Hariyanto.

Dikatakan, kegiatan pembangunan daerah ekonomi kreatif Indonesia harus menunjukkan eksistensi dan output yang konkret. "Apa itu output yang konkret? Yaitu setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia harus didorong untuk memiliki subsektor ekonomi kreatif unggulan," katanya.

Melalui workshop ini, lanjut Hariyanto, segala potensi yang ada akan dikemas sedemikian rupa, sehingga dapat eksis dan tumbuh berkembang, termasuk dalam kondisi pandemi dan pascapandemi covid-19.

Ia berharap hal itu dapat betul-betul menggerakkan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Mataram, sehingga lebih konkret dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Baca juga: Perkuat Ekosistem Kreatif Daerah, Kemenparekraf Gelar Workshop di Mataram


"Nantinya mereka yang sudah mengikuti workshop akan kami masukkan database sebagai pelaku ekonomi kreatif dan pelaku usaha UMKM yang ada di Kota Mataram. Data-data itu kami pastikan akan kami maintenance dan nantinya menjadi bagian konten dari  website kota kreatif Indonesia," ujarnya.

Selain itu, akan dihubungkan dengan para pihak yang berkepentingan, terutama di bidang pengembangan fasilitasi akses pembiayaan untuk mendapatkan akses permodalan.

Untuk mengatasi persoalan klasik permodalan, Hariyanto mengaku telah bekerja sama dengan PMN. "Bagi yang sudah bankable akan dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama Kemenparekraf dengan Bank rakyat Indonesia (BRI)," tutur dia.

Yang teranyar, Hariyanto menjelaskan jika mereka diarahkan untuk melakukan kolaborasi dan sinergitas dengan APBI. "Jadi bekerja sama dengan asosiasi perbelanjaan yang ada di mal-mal  yang ada di kota besar pada saatnya nanti. Itulah upaya upaya kami lakukan," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram yang diwakili Asisten Daerah I, Lalu Martawang, memaparkan, di Kota Mataram potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan antara lain dari bidang kriya. "Kemudian subsektor kuliner, musik, dan seterusnya, sehingga melalui pengembangan kota kreatif inilah unggulan menjadi subsektor menjadi penggalang, pendorong sub-subsektor yang lainnya," tutur dia.

Dengan begitu, ia optimistis hal tersebut akan menggerakkan sektor perekonomian lainnya yang ada di Kota Mataram. "Sehingga semua potensi ekonomi kreatifnya bergerak yang akan berdampak positif pada perekonomian di Kota Mataram dan sekitarnya," harap dia. (RO/S-2)

BERITA TERKAIT