04 November 2021, 08:15 WIB

Empat Desa di Sleman Kembali Masuk Zona Merah Covid-19


Agus Utantoro | Nusantara

dok.Ant
 dok.Ant
Ilustrasi: Empat desa di Kabupaten Sleman, DIY kembali masuk zona merah covid-19.

EMPAT desa di Kabupaten Sleman sejak Minggu (31/10) lalu kembali berada di zona merah covid-19. Padahal pekan sebelumnya dari 86 desa (kalurahan) di Kabupaten Sleman hanya 1 yang masih zona merah, yakni Caturtunggal, Kapanewon Depok.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi, menjelaskan, tiga desa yang kini juga berada di zona merah adalah Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Umbulharjo (Cangkringan) dan Mororejo (Tempel).

"Artinya ada 4,7 persen desa di Sleman yang masuk zona merah. Sedangkan yang ada di zona oranye saat ini sebanyak enam desa atau 6,9 persen, zona kuning 41 desa atau 47,7 persen dan zona hijau 35 desa atau 40,7 persen.

DIY Kembali Naik

Sementara di DIY, kasus terkonfirmasi positif kembali naik dibandingkan hari sebelumnya. Jika pada Selasa (2/11) penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 29 kasus sehingga total kasus menjadi 155.891 kasus, pada Rabu (3/11) kasus terkonfirmasi covid-19 bertambah 89 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  155.980 kasus.

"Positively rate, juga naik dari 0,41 persen pada hari Selasa menjadi 1,36 persen pada hari Rabu," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Gugus Tugas Covid-19, Berty Murtiningsih.

Lonjakan kasus tersebut, jelas Berty, disokong oleh kenaikan terkonfirmasi positif di Kabupaten Sleman sebanyak 37 kasus dan di Kabupaten Bantul 35 kasus. Sedangkan Gunungkidul bertambah 7 kasus, Kabupaten Kulonprogo dan Kota Yogyakarta masing-masing bertambah 5 kasus.

"Kemarin (Rabu), kasus sembuh sebanyak 28 kasus, sehingga total sembuh menjadi 150.286 kasus dan kasus meninggal sebanyak 1 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  5250  kasus," ujarnya.

Dikatakan, kasus sembuh ini tertinggi 13 kasus di Sleman, dan Bantul 8 kasus. Sedangkan Kabupaten Kulonprogo sembuh 3 kasus, Kota Yogyakarta dan Gunungkidul sembuh masing-masing 2 kasus.

Data penambahan 89 terkonfirmasi positif tersebut diketahui 82 kasus dari hasil tracing kontak positif dan 7 kasus dari periksa mandiri.

Pada kesempatan itu, Berty menjelaskan, saat ini di DIY suspek kumulatif sebanyak 87.5252, suspek dalam pemantauan 495, kasus aktif 444. Case recovery rate sebesar 96,35 persen dan case fatality rate 3,37 persen. (OL-13)

Baca Juga: Napi Lapas Narkoba Kasongan Kalteng Dipindahkan ke LP Nusakambangan

 

BERITA TERKAIT