04 November 2021, 09:50 WIB

Cegah Abrasi Siswa SMP dan SMA di Pulau Obi Bacan Tanam Ribuan Mangrove


Hijrah Ibrahim | Nusantara

MI/Hijrah Ibrahim
 MI/Hijrah Ibrahim
Utuk mencegah abrasi siswa SMP dan SMA di Pulau Obi Bacan menanam ribuan mangrove, Rabu (3/11)

PEDULI  terhdap erosi dan abrasi, Kelompok Peduli Mangrove yang dibina  PT. Harita Nickel dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun (Unkhair) menanam 6.900 bibit mangrove di Desa Soligi, Obi Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Ribuan bibit itu ditanam di area pesisir seluas 6,5 hektare yang dianggap rawan terjadinya pengikisan tanah oleh aliran air (erosi) dan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak (abrasi).

Kelompok Peduli Mangrove itu terdiri atas 5 kelompok yang merupakan pelajar SMP dan SMA di Desa Soligi. Para siswa SMP dan SMA ini tidak hanya bertugas menanam bibit, tetapi juga merawat dan memantaunya secara berkala. Mereka pun mendapat bimbingan dari para mahasiswa FPIK Unkhair agar memahami bagaimana cara rehabilitasi mangrove yang baik.

Dekan FPIK Unkhair M. Janib Achmad menjelaskan, mayoritas penanaman dan pemantauan mangrove dilakukan oleh kelompok.

"Mahasiswa hanya datang dua minggu sekali, jadi sebagian besar kegiatan dilakukan oleh Kelompok Peduli Mangrove," ungkap Janib, Kamis (4/11)

Janib mengatakan, kegiatan yang didukung oleh Harita Nickel ini memiliki beberapa manfaat antara lain membantu menjaga ekosistem terumbu karang dan berpotensi menghasilkan pertumbuhan ekonomi ketika mangrove dapat dirawat dengan baik.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat juga menjadi semakin menyadari arti penting keberadaan mangrove," ujar Janib

Sementara itu, Rusman selaku Koordinator Kelompok Peduli Mangrove mengucapkan apresiasinya terhadap program peduli lingkungan ini. Menurutnya, Harita Nickel dan FPIK Unkhair telah berkontribusi mewujudkan masa depan yang lebih baik dengan pembinaan kelompok dan penyediaan bibit mangrove.

"Kami berterima kasih karena daerah kami dipilih menjadi tempat rehabilitasi mangrove. Semoga bisa berlanjut dan berdampak positif baik secara ekosistem dan juga ekonomi masyarakat," ucapnya

Di tempat sama, Head of External Relations Harita Nickel Stevi Thomas mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

"Secara konsisten kami melakukan sosialisasi dan pembinaan untuk menguatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat. Kami berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan dan mengawasi secara mandiri sumber daya yang mereka miliki," ungkap Stevi Thomas

Selain melibatkan Kelompok Peduli Mangrove, Harita Nickel dan FPIK Unkhair juga melibatkan masyarakat umum. Upaya terpadu yang dilakukan berbagai pihak dalam kegiatan ini membuat proses pelestarian lingkungan berjalan lebih cepat. Proses penanaman dan pemeliharaan mangrove ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi hutan mangrove dan memitigasi perubahan iklim. (OL-13)

Baca Juga:  Indonesia-UEA Sepakat Kerja Sama Pengembangan Mangrove

BERITA TERKAIT