03 November 2021, 16:45 WIB

TWA Sibolangit Jadi Rumah Baru Dua Trenggiling Putih


Yoseph Pencawan | Nusantara

MI/Yoseph Pencawan
 MI/Yoseph Pencawan
Satu induk trenggiling dan anaknya saat dilepasliarkan di Taman Wisata Alam Sibolangit, Sumatra Utara. (BBKSDA Sumut)

BALAI Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Sumatera Utara telah melepasliarkan induk trenggiling dan anaknya di Taman Wisata Alam
Sibolangit di Kabupaten Deliserdang. 

Samuel Siahaan, PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), mengatakan kedua trenggiling tersebut dilepasliarkan pada Minggu (31/10) siang.

Kedua trenggiling putih (Manis javanica) itu sudah menikmati kebebasan di habitatnya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) atau Cagar Alam Sibolangit.  TWA Sibolangit merupakan salah satu kawasan konservasi alam di Sumatra Utara yang berjarak sekitar 38 km dari Kota Medan.

Selain ditumbuhi beragam jenis floara, TWA Sibolangit juga menjadi habitat berbagai satwa liar dan dilindungi seperti kukang, kera, kucing kuwuk, babi hutan hingga trenggiling.

Samuel melanjutkan, kedua trenggiling didapat dari warga yang menyerahkannya ke Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo). Medan Zoo selama ini merupakan salah satu lembaga konservasi binaan BBKSDA Sumut.

Manajemen Medan Zoo kemudian menyampaikan informasi kepada BBKSDA mengenai penyerahan kedua trenggiling tersebut. Dan sehari kemudian petugas BBKSDA mengevakuasi kedua trenggiling dari Medan Zoo, setelah melalui prosedur serah terima.

Tidak menunggu waktu lama, kata Samuel, pihak segera membawa kedua trenggiling ke TWA Sibolangit dan dilepasliarkan.

Bagi BBKSDA Sumut, pelepasliaran trenggiling ini menjadi momen spesial dalam rangka road to HCPSN (Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional) Tahun 2021, yang diperingati setiap tanggal 5 November. Melalui momen ini masyarakat diajak untuk ikut peduli melindungi dan menjaga kelestarian satwa liar.

Partisipasi aktif masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menginformasikan atau menyerahkan satwa liar kepada petugas BBKSDA Sumut untuk dilepasliarkan ke habitatnya. 

"Melalui peran serta warga ini diharapkan keberlangsungan hidup dan populasi dari satwa liar dapat terus terjaga dan lestari," pungkas Samuel. (YP/OL-10)

BERITA TERKAIT