03 November 2021, 20:00 WIB

Diancam Dibunuh, Gubernur Kalteng Tetap Lanjutkan Program Hilirisasi


Surya Sriyanti | Nusantara

DOK/PEMPROV KALTENG
 DOK/PEMPROV KALTENG
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran

GUBERNUR Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengaku mendapat banyak kecaman, bahkan ancaman hendak dibunuh. Pasalnya, sejumlah pihak berupaya menentang program hilirisasi dan penertiban pengelolaan sumber daya alam yang ia gulirkan.

"Ancaman dan kecaman mengalir melalui media sosial. Saya menganggapnya wajar saja, mungkin mereka sedang banyak tuntutan kehidupan," ungkapnya.

Ia hanya menyayangkan, pengecamnya itu juga ikut mengancam Presiden. "Itu kan sangat bertentangan dengan falsafah dan kepribadian kita sebagai orang Dayak." ungkapnya.

Menurut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agus Siswadi,
hilirisasi merupakan salah satu fokus Gubernur Sugianto Sabran dalam melakukan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam. Ia ingin sumber daya alam memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan keluar Kalimantan Tengah dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.

"Hilirisasi bukan untuk menyejahterakan segelintir orang saja dan menyisakan dampak buruk khususnya bagi masyarakat setempat. Memang banyak pihak yang merasa keberatan dengan kebijakan pro rakyat Gubernur Sugianto, itu," tambahnya, Rabu (3/11) .

Agus memaparkan ancaman dibunuh sudah dilontarkan orang ke arah Sugianto. Ancaman lewat media sosial Facebook itu disampaikan dalam bahasa Dayak. Ancaman serupa juga ditujukan ke Presiden Joko Widodo. (SS/N-2)

BERITA TERKAIT