31 October 2021, 16:50 WIB

Antisipasi Risko  Badai La Nina, BPBD Kota Denpasar Siagakan Seluruh  Personel


Arnoldhus Dhae | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Nelayan tidak melaut setelah mendapat peringatan fenomena la nina dari BMKG.

1643

UNTUK mengantisipasi dampak dari badai La Nina, Pemkot Denpasar melalui BPBD menyiagakan seluruh personel berikut perlengkapan 
peralatannya. Seluruh personelnya disebar di 4 Pos.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa menjelaskan badai La Nina identik dengan hujan deras yang bisa mencapai 70% yang  juga disertai dengan angin kencang.  Untuk itu masyarakat diimbau lebih waspada.

"Sesuai dengan prediksi BMKG bahwa badai La Nina akan terjadi pada bulan November hingga Februari, dan kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan," ujarnya, Minggu (31/10).

Pihaknya juga telah berkoordinasi bersama OPD terkait seperti halnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk optimalisasi perompesan atau pemotongan  pohon dan juga Dinas PUPR untuk menormalisasi alur sungai dan perawatan tebing dan terasering yang rawan longsor.

"Jadi kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap musim penghujan dan badai La Nina, hindari pohon besar, papan reklame dan piranti lainnya yang tinggi, serta segera menghubungi BPBD Kota Denpasar melalui saluran telepon di 112 atau 0361 223333, masyarkat juga diimbau untuk memantau kerawanan Bencana lewat Aplikasi Inarisk dan Info BMKG," pungkasnya.

Sementara terpisah, Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa mengtakan pihaknya secara intensif melaksanakan perompesan atau pemotongan pohon termasuk perindang  yang terlalu rimbun. Hal ini diharapkan mampu meringankan bebah pohon untuk meminimalisasi terjadinya pohon tumbang.

''DLHK secara rutin melaksanakan perompesan pohon perindang di seluruh ruas jalan Kota Denpasar dan turut memberikan informasi tentang lingkungan sekitar khususnya pohon perindang yang dinilai penting untuk dilakukan perompesan,'' ujarnya. (RS/OL-10)
 

BERITA TERKAIT