27 October 2021, 23:06 WIB

Pemkab Muba Minta Tambahan Kuota Gas Elpiji 3 Kg


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Pemkab Muba mengecek dan memonitoring ketersediaan elpiji 3 kg.

MENINDAKLANJUTI terjadinya kelangkaan gas LPG 3 kg di beberapa kecamatan dalam minggu-minggu terakhir ini, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) telah surati Pertamina dan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan untuk memberitakan tambahan kuota gas LPG 3 kg melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muba.

Kepala Dinas Dagperin Azizah mengatakan memang dalam minggu-minggu terakhir ini banyak menerima laporan masyarakat terkait adanya kelangkaan gas 3 kg di beberapa kecamatan diantaranya di Kecamatan Sanga Desa dan Kecamatan Lawang Wetan dan Kecamatan lainnya.

"Kita secara bertahap akan mencarikan solusi terkait adanya kelangkaan tersebut, yaitu dengan melakukan pemantauan langsung oleh Tim Bapokting  ke beberapa Agen dan Pangkalan di wilayah kecamatan tersebut," ucap Azizah, Rabu (27/10).

Ia menjelaskan, hasil pantauan langsung dan informasi dari beberapa pangkalan gas 3 kg diperoleh keterangan penyebab terjadinya kelangkaan gas 3 kg diantaranya, keterlambatan pasokan dari Pertamina ke Agen dan jadwal pengiriman yang tidak sesuai sehingga mengganggu distribusi gas 3 kg.

"Selain itu, menurut agen terjadi pengurangan pasokan dari Pertamina karena adanya penambahan agen dimana penambahan agen belum diikuti dengan penambahan kuota sehingga terjadi kecenderungan pengurangan kuota agen yang lain," jelasnya.

Azizah juga menyebutkan, menyikapi hal tersebut Disdagperin Muba telah melakukan RDP dengan Komisi III DPRD dengan mengundang seluruh Agen Gas 3 kg dan Pihak Pertamina. Selain itu, Disdagperin telah berkoordinasi dan rapat dengan Dinas ESDM Provinsi Sumsel pada minggu lalu terkait hal ini.

"Tindak lanjut yang dilakukan untuk meminimalisir kelangkaan gas subsidi 3 kg ini adalah kami mengirimi surat ke Pertamina dan Dinas ESDM Provinsi untuk permintaan penambahan kuota gas 3 kg di Kab. Muba dan memaksimalkan pengiriman sesuai jadwal dan tidak mengurangi kuota masing-masing agen,"jelasnya.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan Pemkab Muba langsung mengambil langkah-langkah konkrit terkait kelangkaan gas 3 kg ini, yaitu menyurati pihak pertamina untuk ditambah quota Muba. Hal ini sangat urgen dan mendesak untuk penambahan gas subsidi ini, karena terdapat beberapa indikasi pengguna gas 3 kg di Muba memang meningkat yang disebabkan adanya pandemi Covid-19, dimana pelaku usaha menengah besar banyak yang turun omzetnya sehingga terpaksa menggunakan gas 3 kg.

"Selain itu di Kabupaten Muba banyak nelayan yang menggunakan gas sebagai bagian dari konversi bbm premium bagi nelayan. Nah, ini tentu memberikan pengaruh pada ketersediaan Gas 3 kg. Karena itu kita minta tambahan kuota sekitar 1300 MT lebih dari kuota sebelumnya yaitu dari 13.993 MT menjadi 15.392, 30 MT selain itu kita harapkan warga yang mampu untuk tidak menggunakan gas 3 Kg ini karena sesuai ketentuan dan peraturannya gas 3kg diperuntukan bagi warga Miskin Muba," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT