23 October 2021, 19:09 WIB

Dishub Yogyakarta Terapkan Sistem Satu Pintu Bagi Bus Wisatawan


Ardi Teristi | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Salah satu kawasan wisata di Kota Yogyakarta. 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Yogya menerapkan kebijakan Sistem Satu Pintu (One Gate System) bagi bus pariwisata yang hendak masuk ke Kota Yogyayakarta. Hal itu dilakukan untuk mengecek sertifikat vaksin hingga penerapan Prokes seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogya, Agus Arif Nugroho menjelaskan, semua kendaraan, terutama bus pariwisata akan masuk melalui satu pintu yakni Terminal Giwangan "Kami akan melakukan pengecekkan seperti pengecekkan sertifikat vaksin, termasuk juga protokol kesehatan," jelas dia di Terminal Giwangan, Sabtu (23/10).

Ia mencontohkan, jika semua penumpang sebuah bus sudah divaksin semua dan memenuhi syarat, bus akan diberi tanda berupa stiker. Stiker tersebut ditempel di bagian depan bus sebagai penanda lokasi parkir.

"Stiker warna hijau menuju pakir Abu Bakar Ali, stiker merah ke parkir Senopati dan stiker kuning untuk parkir Ngabean," papar dia. Kapasitas di tiga taman parkir tersebut mencapai 127 bus.

Rombongan wisatawan tidak diperkenankan memilih tempat parkir sesuai kemauan mereka. Pasalnya, pihaknya telah menetapkan alur perjalanan. Cara ini dipilih agar tidak ada penumpukan bus di tempat parkir. Pengelola tempat parkir di tiga titik itu juga diminta kerja sama dan mematuhi aturan sistem satu pintu tersebut.

"Tempat parkir yang menerima bus pariwisata tanpa membawa tiket dari  Terminal Giwangan akan kami beri sanksi," tegas dia. Sanksinya berupa penutupan dan tidak diizinkan menerima parkir untuk waktu tertentu. Bus yang nekat parkir di pinggir jalan juga akan ditertibkan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap, wisatawan bisa tertib melaksanakan sistem satu pintu. Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro, misalnya, pasti mencari tempat parkir. Mereka dipastikan, tidak akan mendapat tempat parkir, kalau tidak melewati Terminal Giwangan dulu.

"Tujuannya, untuk memastikan keamanan wisatawan, selain itu agar perekonomian dan pariwisata di Kota Yogya tetap bergerak di tengah kondisi pandemi Covid-19." papar dia. Heroe pun menegaskan, pariwisata di Kota Yogyakarta telah menerapkan protokol Clean, Healty, Safety and Environment (CHSE) dan protokol kesehatan. (OL-15)

BERITA TERKAIT