15 October 2021, 17:03 WIB

7.000 PKL di Lamongan Terima Bantuan Tunai Rp1,2 juta/pedagang


Ahmad Yakub | Nusantara

MI/Ahmad Yakub
 MI/Ahmad Yakub
Bupati Yuhronur Efendi

SEBANYAK 7.000 pedagang di wilayah di Kabupaten Lamongan, Jatim, menerima Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW), Jumat (15/10).

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 1,2 juta tersebut untuk setiap pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung kecil tersebut, diberikan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tahap pertama, bantuan diberikan kepada 1.246 penerima manfaat di empat kecamatan. Meliputi  Kecamatan Lamongan, Deket, Turi dan Tikung. Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Bupati Yuhronur Efendi kepada perwakilan PKL dan pemilik warung di halaman Markas Komando Distrik Militer 0812, Jumat (15/10).

Bupati berharap dengan adanya bantuan tunai tersebut pedagang dapat berkembang kembali. Termasuk mampu menggairahkan perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Hampir 20 bulan pandemi ini panjenengan sedoyo ada yang bisa jualan ada yang tidak. Ada yang warungnya tutup, ada yang warungnya buka tapi sepi pembeli. Nah bantuan ini dimaksudkan agar panjenengan sedoyo ini dapat bergairah kembali menghidupkan perekonomian Lamongan," ungkap Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh camat dan kepala desa untuk terlibat aktif dalam proses pembinaan kepada warganya. Sehingga bantuan pemerintah dapat tersalurkan dengan tepat pada masyarakat yang berhak menerima.

"Uang senilai Rp 1.2 juta ini semoga dapat dimanfaatkan. Tadi saya keliling-keliling, banyak diantara penerima bantuan punya warung kopi, pedagang pentol, pedagang ayam keliling. Mudah-mudahan ini bias buat modal kembali, buat beli kopi, beli cangkir, tambahan beli gula. InsyaAllah sangat bermanfaat, barokah," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 0812 Letkol Infantri Sidik Wiyono mengatakan, bantuan pemerintah yang disalurkan oleh TNI tersebut mendapat alokasi 7.000 sasaran dengan total dana Rp8,4 Miliar. Ribuan PKL dan pemilik warung ini akan mendapatkan bantuan secara bertahap.

Bantuan ini juga diprioritaskan bagi PKL dan pemilik toko/warung kecil yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah.

"Kami menerima alokasi 7.000 sasaran dan seluruh dananya sudah di bank BRI. Penyalurannya dilakukan secara bertahap, maksimal 7 Desember 2021 sudah harus tersalurkan kepada mereka yang berhak menerima," pungkas Sidik Wiyono.(OL-13)

Baca Juga: Gelar Hajatan saat PPKM Darurat, Lurah di Depok Cuma Dituntut Rp1 Juta

 

BERITA TERKAIT