12 October 2021, 21:36 WIB

Pembukaan Museum Geologi Tunggu Arahan Pemkot Bandung


Naviandri | Nusantara

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pekerja membersihkan etalase ruang pamer di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/10/2021)

PENGELOLA Museum Geologi Kota Bandung masih menunggu simulasi yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, sebelum kembali beroperasi. Pihak pengelola juga sejak jauh-jauh hari sudah menyiapkan protokol kesehatan (prokes), mulai dari deteksi suhu hingga aplikasi PeduliLindungi juga sudah bisa diterapkan.

"Sekarang memang museum belum dibuka untuk umum, karena masih menunggu simulasi yang akan dilakukan Dinas Kebidayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung," kata Kepala Museum Geologi Jabar Iwan Kurniawan di Bandung, Selasa (12/10).

Iwan menambahkan, warga bisa datang lagi ke museum, namun waktunya harus menunggu keputusan Pemkot Bandung. Museum Geologi sebetulnya tidak tutup selama pandemi, pengelola memberikan fasilitas virtual untuk siswa sekolah.

"Sebetulnya museum enggak tutup, maksudnya gini di awal pandemi kita coba virtual. Virtual itu dari empat corner dan storage yang ada kita coba, respon dari masyarakat cukup baik terutama sekolah-sekolah. Kita coba tawarkan seluruh sekolah yang ada di Indonesia via daring akhirnya banyak yang meminta," jelasnya.

Setiap minggu, ada tiga kali permintaan sekolah, contoh Semarang, bertahap dari kelas 1-3 minta satu corner senangnya ke fosil, mereka fokus ke fosil. Untuk virtual, siangnya 4-6 dengan geologi Indonesianya tiap minggu dibuka tiga kali.

"Terkait kapasitas pengunjung dan syarat masuk ke Museum Geologi juga tentunya menunggu simulasi. Tapi kelihatannya di bawah 1.000 orang, kita enggak bisa buka sendiri harus sama pemerintah," ucapnya.

Baca juga:  Hari Batik Nasional, Museum punya Peran Penting dalam Pelestarian dan Regenerasi Batik

Sementara Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jabar meluncurkan tayangan warisan Indonesia dengan menampilkan sejumlah budaya dan seni dari beberapa daerah di Jabar, seperti Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta, Cianjur dan Sukabumi.

Kepala BPNB Jabar Jumhari mengatakan ide untuk membuat karya seni  dari berbagai kebudayaan dan dikemas melalui sebuah digital muncul tak sengaja. Namun dampaknya luar biasa. Di masa pandemi ini, katanya, mereka diajak berpikir dan bekerja melampaui batas kemampuan dengan cara yang berbeda, salah satunya media digital.

"Kami akan mulai menunjukkan di media sosial seperti Youtube hasil karya ini pada 17 Oktober 2021. Masa pandemi ini banyak orang yang menginginkan hiburan. Semoga hasil karya ini bisa menjadi obat dengan melihat banyak keindahan budaya dari berbagai daerah di Jabar," tukasnya.

Adapun tujuan akhir dari kegiatan ini hanya sebatas upaya pelestarian kebudayaan. Jika pihak lain atau dinas lain berkeinginan untuk mengomersilkannya, dia pun mempersilakan. BPNB hanya menawarkan kemasan tayangan kebudayaan kekinian yang lebih menyasar pada generasi milenial. Warisan Indonesia ini baru tahap awal dan akan terus dieksplorasi hal-hal yang selama ini menjadi fokus perhatian.

"Nanti pada bulan Oktober dan November 2021, akan ada edisi spesial yang mengambil gambar di Candi Batujaya, Karawang. Intinya, tugas kami memberikan ruang fasilitasi aktivitas kebudayaan yang bermuara pada terciptanya ekosistem budaya," tuturnya.

Sementara itu, duta budaya dalam warisan Indonesia ini, Adhin Abdul Hakim, menyebut kemasan kebudayaan yang ditampilkan oleh BPNB secara tayangan sangat pas. Biasanya tayangan-tayangan kesenian atau kebudayaan hanya terpaku pada satu kamera yang statis.

"Kalau Warisan Indonesia yang dipelopori oleh BPNB ini ada semi-semi vlog dan kami diajak langsung untuk terjun belajar seni budaya yang ada di Jabar. Jadi, menurut saya ini menarik dan berbeda banget dari biasanya. Yang jelas kami menjanjikan warisan Indonesia, kalian bisa dapatkan beauty shoot yang banyak memanjakan mata," ungkap Adhin.(OL-5)

BERITA TERKAIT