11 October 2021, 17:57 WIB

Atlet Muay Thai NTT Susanti Ndapataka Banjir Hadiah Hingga Kuliah Gratis


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
Atlet peraih emas cabang Muay Thai PON XX Papua asal Kupang, NTT Susanti Ndapataka banjir hadiah.

SUSANTI Ndapataka, Atlet peraih emas cabang Muay Thai PON XX Papua asal
Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) banjir hadiah dari hingga kuliah gratis.

Susanti bersama pelatih dan managernya viral di media sosial sejak beberapa waktu lalu karena memilih naik pikap setelah turun dari pesawat di Bandara El Tari Kupang sekembalinya dari Papua.

Mereka sempat ditawarkan naik mobil yang disiapkan Dinas Pemuda dan Olahraga NTT, namun tawaran itu ditolak. Ia naik pikap yang biasa digunakan warga untuk mengangkut hasil bumi ke pasar tradisional kembali ke rumahnya.

Hal itu dilakukan karena sejak mengikuti berbagai kejuaraan Muay Thai di
berbagai tempat sejak 2017, bahkan sampai meraih tujuh emas, Susanti
tidak pernah dijemput dengan mobil mewah. Susanti kemudian viral di media sosial sehingga mengundang simpati dari berbagai pihak. Di antaranya dari Pemerhati Olahraga, Fian Feoh.

Fian datang ke Rumah Susanti yang beratapkan daun lontar dan dinding dari pelepah Pohon gewang  di Dusun Kayu Putih, Desa Nunkurus, Kecamatan
Fatuleu, Kabupaten Kupang sambil membawa bahan bangunan dan uang.

"Saya cuma bantu bahan bangunan rumah, batako, pasir dan seng dan ganti uang
tiket," kata Fian Feoh, Senin (11/10).

Bantuan uang juga datang dari berbagai pihak yang totalnya telah mencapai puluhan juta, antara lain dari anggota DPR RI asal NTT Anita Gah sebesar Rp50 juta dan BPR Christa Jaya Rp10 juta, serta makan dan ngopi gratis seumur hidup, dan trip gratis ke Labuan Bajo.

Ia juga diterima sebagai mahasiswi FKIP Jurusan Olahraga, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Biaya kuliah Susanti ditangung oleh seorang pengacara adal Pulau Sumba bernama Rudy Kabunang.

Adapun Pemerintah Provinsi NTT menjanjikan bonus bagi atlet peraih medali di PON Papua. Wakil Gubernur NTT Josep Nae Soi mengatakan, Susanti sudah ditawarkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Fian mengatakan lokasi rumah Susanti jauh dari keramaian kota. "Karakternya pendiam dan sederhana, seolah-olah menggambarkan kondisi dan keadaan rumah sang juara yang sangat sederhana," katanya.

Menurutnya, Susanti berlatih di Sasana Muay Thai, tetapi juga lebih banyak berlatih di rumahnya. Di sana ada sebuah sansak sekas yang terbuat dari ban dalam mobil digantung di pohon, sepasang sarung tinju usang, dan tempat latihan berlantai tanah.

"Saya sempat menyaksikan bagaimana Susan berlatih, dari cara berlatihnya
sangat nampak bahwa nona Susanti mempunyai mimpi yang lebih jauh lagi
yaitu Sea Games, Asian Games bahkan Olimpiade. Pada tahun 2028 cabor
Muay Thai masuk pertandingan eksebisi," ujarnya.

Adapun Susanti mengatakan sejak ia telah meraih tujuh medali emas dari
berbagai kejuaraan cabang Muay Thai. "Saya sudah juara berulang kali, sudah tujuh medali emas," katanya.

Pelatih Muay Thai NTT, Angga Silitonga mengatakan, setiap mengikuti kejuaraan ia selalu mencari tambahan uang dari sponsor, menjual kue, gorengan, makanan hingga mengadaikan BPKP sepeda motor.

Ayahnya, Maskur Ndapataka mengatakan Susan, nama panggilan Susanti selalu berlatih dengan keras pada pagi dan sore hari untuk menjaga fisiknya tetap prima. "Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Susan di PON Papua," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Tiga Kontingen Biliar Berpeluang Rebutkan Emas PON XX

BERITA TERKAIT