09 October 2021, 13:43 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Bandung Alami Penambahan


Naviandri | Nusantara

ilustrasi
 ilustrasi
Ilustrasi covid-19

KASUS positif covid-19 di Kota Bandung mengalami penambahan setelah sebelumnya terus menurun. Dari informasi yang ditayangkan terakhir di laman Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, Kamis (7/10), kasus positif aktif mengalami penambahan 13 kasus dari sehari sebelumnya, kini menjadi 96 kasus. Pasien sembuh mencapai 40.996 bertambah 4 orang dari sehari sebelumnya dan meninggal dunia masih di angka 1.422 kasus.

Menyikapi kenaikan ini, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan akan berhati-hati dalam melakukan relaksasi. Antisipasi, ada atau tidak ada perkembangan covid-19 sesungguhnya pemkot sudah menyiapkan SOP.

"Setiap relaksasi yang dilakukan kita akan melakukan evaluasi yang sangat ketat. Kalaupun ada relaksasi kita sangat ketat, supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan, butuh kesabaran," kata Oded di Bandung, Sabtu (9/10).

Terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di pasar, khususnya pasar tradisional, pihaknya meminta pedagang tetap menjaga prokes untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Baik kepada pedagang dan pengunjung agar tetap memakai masker. Ini adalah salah satu ikhtiar, karena prokes salah satunya penggunaan masker menjadi sangat penting agar terhindar dari paparan virus.

Saat ini, di sejumlah negara kembali terjadi lonjakan kasus covid-19. Padahal negara tersebut telah mencapai angka vaksinasi yang sangat tinggi. Hal itu akibat warganya terlena dan mengabaikan prokes.

"Jangan abai, jangan euphoria, tetap saja prokes, karena meskipun nanti vaksin selesai 100%, kita tetap harus adaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya penggunaan masker," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Pantau Penanganan Kasus Covid-19 di PON XX Papua

Namun, berdasarkan data keseluruhan dari laman Pusicov, kasus aktif covid-19 di Kota Bandung sudah menurun hingga di angka 96 kasus per Kamis (7/10). Wilayah dengan kasus tertinggi di Kota Bandung saat ini berada di Kecamatan Sukasari dengan 10 kasus, disusul Kecamatan Cibeunying Kidul dengan 9 kasus dan Kecamatan Coblong dengan 8 kasus.

Sementara tingkat kelurahan, ada Kelurahan Sekejati dengan lima kasus sama dengan Kelurahan Gegerkalong, lalu ada Kelurahan Merdeka empat kasus dan Kujangsari tiga kasus. Pemerintah Kota Bandung melalui Peraturan Walikota (Perwal) sudah mengatur kebijakan-kebijakan terhadap sektor mana saja yang mendapatkan relaksasi, semisal ekonomi, kuliner hingga wisata.

Terbaru, Pemkot Bandung sudah mengizinkan pusat kebugaran atau gym untuk beroperasi dengan ketentuan sesuai yang tertuang dalam Inmendagri. Setelah sebelumnya sudah membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 2.007 sekolah berbagai jenjang, mulai SD hingga menengah atas.

Lalu, di sektor wisata pun pemkot sudah memperbolehkan Kebun Binatang, Saung Udjo, Kiara Artha Park, Karangsetra dan Trans Studio Bandung untuk buka, dengan catatan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Namun dari lima objek wisata tersebut, baru objek wisata yang siap yakni Kebun Binatang Bandung dan Saung Udjo.(OL-5)

BERITA TERKAIT