07 October 2021, 19:14 WIB

Bentrok Di Adonara Bukan Perang Tanding


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Salah satu warga korban bentrokan di Adonara, NTT saat menjalani perawatan di Puskesmas Waiwerang. 

KEPALA Desa Narasaosina, Yeremias Kewa Ama menegaskan bahwa konflik antarwarga Desa Saosina dan warga Wotan di Kecamatan Adonara Timur yang terjadi Kamis (7/10) bukan perang tanding melainkan tawuran antar pemuda. Hal ini juga meluruskan sejumlah pemberitaan di media yang memberitakan bahwa perang tanding.

"Saya perlu meluruskan bahwa yang terjadi itu tawuran antarpemuda. Bukan perang tanding yang diberitakan" ujar dia kepada media Indonesia.com, Kamis (7/10) di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Dia pun mengatakan konflik antarkedua warga desa ini bermula dari perkelahian antarpemuda. Kemudian menyulut bentrok warga dengan menggunakan senjata tajam seperti anak panah.

Ia pun mengaku situasi kondisi saat ini sudah kondusif dan sudah aparat keamanan yang berjaga-jaga di daerah tawuran antar pemuda. "Sekali lagi, saya tegaskan bukan perang tanding. Situasi sekarang sudah kondusif. Sudah ada aparat yang jaga," ungkap Yeremias.

Dalam bentrokan ini salah satu anggota polisi terkena busur anak panah di kaki. Sementara salah warga diketahui masih muda juga terkena busur anak panah di leher.  Saat ini keduanya, sedang dirawat di Puskesmas Waiwerang.

Guna mengantisipasi bentrok susulan, Polres Flotim saat ini sudah menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian dan sedang berjaga-jaga. (OL-15)

BERITA TERKAIT