07 October 2021, 17:23 WIB

Bentrok Warga Dua Desa Di Adonara Dipicu Masalah Sepele


Alexander P Taum | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi

BENTROK warga dua Desa Saosina dan Desa Wotan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/10) pukul 07.00 Wita dipicu masalah sepele. Peristiwa itu terjadi akibat serempetan kendaraan yang terjadi di pelabuhan Waiwerang.

"Awalnya, kendaaran seorang warga Saosina setelah menjemput anaknya di pelabuhan Waiwerang menyerempet seorang warga Wotan. Akibatnya, warga Wotanm langsung mengejar kendaraan terseebut," jelas seorang warga.

Di depan Kantor Kecamatan Adonara Timur, warga Wotan tersebut langsung memukul warga Saosina. Setelah itu pihak korban, melaporkan ke pihak keluarganya yang berada di desa Saosina.

"Kemudian warga Saosina langsung menyerang desa Wotan dengan membawa sajam, parang, busur, tombak. Akibatnya bentrok fisik tidak terhindarkan," ujar warga setempat.

Dalam peristiwa itu, seorang polisi,  Aiptu Thomas Boli Laot, anggota Polsek Adonara Timur dan Firman, warga Desa Wotan, menderita luka-luka. Thomas Boli Laot, terkena panah di kaki sebelah kanan saat setelah mencoba melerai pertikaian. Sedangkan Firman, 14, tertembus anak panah di bahu sebelah kiri.

Danramil Adonara, Kapten inf Achmad Satyadi Jatmiko, kepada Media  Indonesia, menjelaskan, saat ini pihak Forkopimcam sedang berkomunikasi dengan para pihak yang bertikai. "Untuk sementara Forkopimcam Adonara Timur sedang melaksanakan komunikasi dengan pihak-pihak yang bertikai, dan situasi saat ini aman  terkendali," ujar Achmad Satyadi.

Hingga berita ini diturunkan suasana dilaporkan aman terkendali. Namun aparat kepolisian dan Koramil masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bentrok susulan. (OL-15)

BERITA TERKAIT