05 October 2021, 13:30 WIB

Babel akan Impor Ribuan Sapi dari Australia


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Antara
 Antara
Sapi australia.

UNTUK memenuhi kebutuhan sapi. Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan mengimpor ribuan sapi Brahman Cross (BX) dari Australia. Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, 85% atau sekitar 12.717 kebutuhan sapi Babel dipasok dari Provinsi Lampung, dengan rincian ke Bangka 10.174 ekor dan Belitung 2.543 ekor.

"Tahun 2020 kebutuhan sapi kita 16.820 ekor, 85% nya atau sekitar 12.717 ekor didatangkan dari Lampung," kata Erzaldi seusai rapat pembahasan impor sapi di Ruang Tanjung Pendang Kantor Gubernur, Selasa (5/10).

Sapi yang dipasok dari Lampung ini, menurut Gubernur, diimpor provinsi tersebut dari Australia. "Mendatangkan sapi dari Lampung ini biayanya lebih besar, ketimbang impor langsung," ujarnya.

Untuk itu, guna memenuhi kebutuhan sapi, baik itu untuk potong atau kembangbiakan, pihaknya melalui importir akan impor langsung sapi dari Australia. "Ada beberapa perizinan dan peryaratan impor yang harus disiapkan. Intinya kita akan impor untuk memenuhi kebutuhan sapi ini," ungkap dia.

Ia menjelaskan, sapi-sapi impor ini akan didatangkan melalui pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu, mengingat pelabuhan tersebut dapat disandari kapal-kapal ukuran besar. "Bobot pelabuhan kita di Belinyu itu 12 ribu grosston dengan panjang 140 meter. Sehingga kapal-kapal besar dapat bersandar, makanya nanti sapi impor asal Australia ini akan kita turunkan di pelabuhan tersebut," imbuh dia.

Ia menyebutkan, pihaknya berencana akan mengimpor 1.000 ekor sapi tahap pertama, dan ini akan terus bertambah hingga 5.000 ekor. "Sudah ada importir yang bersedia, kita harapkan ini berjalan di awal tahun nanti, tentunya setelah semua perizinan dan pensyaratan selesai," pungkasnya.

Ia berharap dengan impor ini, Babel bisa swasembada sapi. Sebab tidak semua sapi yang diimpor akan dipotong, karena akan dikembangbiakkan oleh peternak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel Juaidi mengatakan, setiap tahun perputaran uang dari pembelian sapi di lampung mencapai Rp254 miliar. "Kalau satu sapi Rp20 juta, berarti putaran uang untuk beli sapi 12.717 ekor itu mencapai Rp254 miliar," kata Juaidi.

Menurutnya, impor sapi langsung ke Australia jauh lebih murah ketimbang dari Lampung. "Kalau impor, insyaallah harga jual daging sapi kita bisa stabil dan tidak terlalu mahal, seperti kita beli sapi dari Lampung," terangnya.

"Insyaallah awal tahun ini, kita sudah bisa mengimpor sapi asal Australia tersebut untuk memenuhi kebutuhan sapi Babel," ucapnya. (RF/OL-10)

BERITA TERKAIT