04 October 2021, 09:12 WIB

Pemkot Tasikmalaya Instruksikan ASN Beli Telur


Kristiadi | Nusantara

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
 ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Ilustrasi telur ayam

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengintruksikan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli telur guna meringankan beban para peternak ayam petelur.

Pembelian tersebut minimal satu kilogram. Tujuannya agar harga telur kembali stabil di pasaran.

Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terkait harga telur ayam di tingkat peternak anjlok dan salah satu langkahnya, semua pegawai negeri harus membeli telur. Hal itu ditujukan agar meringankan beban dan harga di pasar tetap stabil.

"Kami sudah membuat surat, tinggal diedarkan kepada setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan disarankan mereka bisa membeli telur satu kilogram langsung ke peternak hari ini dan harganya Rp18 ribu per kg. Karena, di lingkungan pemerintah ada 7.000 ASN berarti 7 ton dari peternak akan terserap," kata Yusuf, Senin (4/10).

Ia mengatakan, saat ini di wilayahnya ada 120 peternak tersebar di beberapa kecamatan.

"Kami meminta 7.000 ASN supaya membeli telur ayam langsung ke peternak tujuannya itu guna menstabilkan harga. Kami juga meminta agar para peternak telur ayam mau menjualnya guna membantu memulihkan ekonomi," ujarnya.

Baca juga:  Ratusan Peternak Ayam Petelur di Kota Tasikmalaya Terancam Bangkrut

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya Nurtjipto mengatakan awal Agustus harga telur masih terpantau tinggi dan secara bertahap menurun hingga akhir bulan penurunan drastis. Namun, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah melakukan langkah identifikasi ke Pasar Cikurubuk pada awal September, tapi stok telur masih aman tersedia tetapi minat pembeli cukup rendah.

"Kebijakan PPKM yang membatasi mobilitas masyarakat dan telah disalurkannya bantuan pangan bagi masyarakat menengah ke bawah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan mengakibatkan permintaan ke pasar menurun. Penurunan tersebut berdampak pada melimpahnya ketersediaan komoditas telur dan menekan harga telur di tingkat para peternak di berbagai daerah," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT