03 October 2021, 11:45 WIB

Madu Mak Lebah, Berkah Hutan Alas Roban 


Iis Zatnika | Nusantara

Dok Mak Lebah
 Dok Mak Lebah
Apis cerana atau lebah madu jawa menjadi pengungkit kehidupan warga Alas Roban.

Jika berjumpa dengan sosok lebah bercorak kuning hitam mungil yang kerap mengitari toples berisi cairan gula di rumah atau di gerobak pedagang penjaja es, maka kemungkinan besar Anda menemui Apis Cerana. Sang lebah yang populer disebut lebah madu asia juga lebah madu jawa itu panjangnya sekitar 1,1 cm. 

Kendati berpotensi menyengat namun ia sangat jarang menyerang karena kerap tinggal di sekitar manusia dan gemar berkerumun di pasar. Di kawasan Jawa Tengah, sang lebah yang saat dibudidayakan bisa menghasilkan panen dalam satu koloni sebanyak 7 kg itu kerap disebut  tawon leler atau ondoan. 

Tawon leler itulah yang kini menjadi komoditas kebanggaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Roban di Hutan Roban yang populer disebut Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. KTH yang berfokus pada budidaya lebah itu kini menyematkan merek Mak Lebah. Nama itu diberikan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang memberikan bantuan sarana produksi mulai dari pengemasan, alat peras dan saring, serta sarana angkut berupa motor pick up roda tiga. 

Mak Lebah telah didaftarkan ke Dinas Kesehatan Batang untuk memperoleh izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). “Saya selaku perwakilan KTH Alam Roban sangat bersyukur atas bantuan ini sehingga bisa mendorong keberlanjutan usaha kami," ujar Ketua KTH Alam Roban Casman yang memimpin 17 petani kepada KTH Alam Roban pada Sabtu (25/9).

Direktur Utama Akrindo Priyastomo mengatakan dalam mendukung Tujuan Pembangungan yang berkelanjutan (TPB) Askrindo berpartisipasi dalam TPB nomor 8, yakni Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dukungan diberikan dilakukan berkelanjutan mulai peningkatan kapasitas produksi, pendampingan, bantuan sarana produksi, merk dagang hingga perizinan. "Hingga nantinya KTH Alam Roban ini mampu mandiri dan naik kelas dengan Mak Lebah-nya”, ujar Priyastomo.

Dukungan untuk usaha warga yang berkelanjutan sebelumnya diberikan pada Februari berupa 255 buah kotak sarang lebah. Saat ini, menjelang musim panen mulai terlihat peningkatan kapasitas produksi dari semula satu petani maksimal 15 botol madu ukuran 460ml dari lima kotak sarang, sekarang menjadi 45 botol madu dari 15 kotak sarang. (*/X-6)

BERITA TERKAIT