29 September 2021, 08:55 WIB

Tiga Hari Ini Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Sikka


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Suasana karantina terpusat pasien covid-19 di Kabupaten Sikka sudah tidak seramai dulu, kini tinggal enam pasien saja.

PUJI Tuhan atas kerja keras semua pihak terutama tenaga kesehatan, tiga rumah sakit yang ada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur tidak merawat lagi pasien Covid-19 yang bergejala berat. Hal ini dikarenakan kasus Covid-19 ditanah nyiur melambai mengalami penurunan drastis.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, dokter Clara Francis kepada mediaindonesia.com, menyatakan sudah tiga hari ini tidak ada tambahan kasus baru covid-19. Saat ini tren penurunan kasus Covid-19 secara signifikan, semenjak adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua di wilayahnya.

Penurunan kasus Covid-19 ini, jelas Clara, berdampak pada tiga rumah sakit yakni RSUD dr. TC Hillers Maumere, RSU Elisabeth Lela dan RSU Santo Gabriel Kewapante yang selama ini merawat pasien Covid-19 sudah tidak lagi merawat pasien Covid-19.

"Pasien Covid-19 di ruang isolasi yang ada di tiga rumah sakit saat ini sudah kosong. Tadi sore, ada satu pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD TC. Hillers Maumere sudah dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan. Jadi sekarang tiga rumah sakit itu sudah tidak merawat lagi pasien Covid-19 lagi," ujar Clara, kemarin.

Saat ini, jelas Clara, ruangan yang merawat pasien Covid-19 di tiga rumah sakit itu sudah disterilkan. "Mudah-mudahan bisa bertahan lama. Karena sampai saat ini masih belum tahu pandemi ini berakhir. Paling penting kita taat protokol kesehatan," pesan dia.

Kasus Covid-19 di Sikka, ungkap Clara, masih ada 16 pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan. Enam pasien Covid-19 dirawat di isolasi terpusat dan sepuluh pasien lagi menjalani isolasi mandiri dirumah. " Jadi total saat ini kita masih ada 16 kasus aktif. Kondisi mereka sehat-sehat saja,"

Dengan penurunan kasus Covid-19, Clara meminta kepada seluruh masyarakat tetap menjalankan 5 M seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan menghindari mobilitas.

"Poin paling penting itu kita disiplin protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 tidak naik lagi," tegas Clara.

Sementara itu, Dokter Asep Purnama yang setiap saat merawat pasien Covid-19 menyatakan syukur dengan tren penurunan kasus Covid-19 di Sikka. Hal ini membuktikan bahwa kerja keras bersama berhasil mencegah penyebaran Covid-19.

"Jadi, kasus Covid-19 yang dirawat di tiga rumah sakit memang kosong. Setidaknya tenaga kesehatan di tiga rumah sakit itu yang bertugas di ruang
isolasi Covid-19 bisa melepas lelah sebentar. Tidak harus dibalut dengan APD nan panas dan masker N95 yang karetnya begitu ketat mencekik wajah. Kami juga senang kalau tidak ada warga Sikka yang tidak dirawat di ruang isolasi Covid-19," ujar dia.

Dikatakan dia, tenaga kesehatan, sejatinya lebih lelah jika harus bertugas dengan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap di ruang isolasi Covid-19. Situasinya sangat tidak nyaman, namun itu panggilan tugas dan sumpah profesi, mendorong kami terus maju laksana serdadu.

"Jadi, tidak pernah ada terbersit dalam benak kami untuk meng-Covid-kan warga Sikka. Tugas belum selesai. Kita masih harus terus bersatu padu, menjaga agar Covid-19 tidak bergejolak liar kembali. Jangan sampai Covid-19 ikut hadir melalui berbagai pesta, upacara dan kerumunan tidak terkendali. Tanpa peduli dengan protokol kesehatan," imbau dokter Asep.

Ia pun meminta para pejuang dan pahlawan ekonomi keluarga untuk tetaplah bekerja mengais rezeki halal untuk anak istri tercinta, sambil disiplin
melaksanakan 5M.

"Untuk yang jenuh dan bosan karena selama ini terkungkung dan mobilitas terbatas. Silahkan melepas kepenatan dengan kegiatan di alam bebas, ruang terbuka yang berventilasi baik diharapkan menjadi pilihan. Tentu dengan bertanggung jawab akan kesehatan diri sendiri dan sesama dengan disiplin protokol kesehatan," ungkap dia

Ia pun menyampaikan tantangan yang dihadapi mendatang yaitu perayaan Natal dan Tahun Baru nanti. "Mari kita buktikan bahwa kita mampu mempertahankan jumlah kasus Covid-19 senantiasa terkendali dengan saling melindungi. Caranya bagaimana? Jadikan 5M menjadi kebiasaan hidup baru, bergegaslah untuk vaksinasi dan dukunglah upaya pemerintah memutus penularan dengan 3T (Test, Tracing & Treatment). Semoga kejadian peningkatan kasus Covid-19 gelombang ketiga di beberapa negara tetangga kita, menjadi pembelajaran berharga untuk kita," pesan dokter Asep. (OL-13)

Baca Juga: Kelangkaan Sopir Truk Bahan Bakar Sebabkan Krisis BBM di Inggris

BERITA TERKAIT