27 September 2021, 17:50 WIB

Syarat Kuliah Tatap Muka Ditambahi Tes Antigen


Bagus Suryo | Nusantara

MI/Mitha Meinansi
 MI/Mitha Meinansi
Mahasiswa sedang swab antigen.

KULIAH tatap muka perlu tambahan rapid tes antigen, setidaknya tes usap guna memastikan para mahasiswa negatif covid-19. Pasalnya, vaksinasi belum menjadi jaminan bahwa mahasiswa tidak terpapar virus korona.

"Kuliah luring (luar jaringan/tatap muka) sudah kita siapkan protapnya. Tapi, mahasiswa tetap perlu rapid tes antigen," tegas Direktur Poltekkes Malang Budi Susatia, Senin (27/9).

Budi mengungkapkan saat uji coba praktik tatap muka, ternyata ada dua mahasiswa positif covid-19. Hal itu terungkap seusai mereka menjalani tes antigen.

"Saat pembelajaran luring laboratorium ternyata dua mahasiswa positif. Kami masih menelusuri apakah yang bersangkutan sudah vaksinasi atau belum. Lalu kita minta semua PCR di Rumah Sakit Lapangan," katanya.

Temuan itu membuat pimpinan Poltekkes Malang lebih berhati-hati dalam memutuskan kebijakan kuliah luring. Saat ini, pihaknya sudah membuat standar operasional prosedur kuliah tatap muka yang syaratnya, yaitu mahasiswa menunjukkan kartu sudah divaksinasi dan dokumen hasil rapid antigen negatif covid-19.

Persyaratan kuliah itu mutlak kendati pembiayaan tes antigen dibebankan ke mahasiswa. "Sebanyak 86% dari total mahasiswa sebanyak 5.500 orang sudah vaksinasi," tuturnya.

Nantinya, uji coba kuliah luring pada Oktober dengan prioritas mahasiswa asal Malang. Mahasiswa dari luar Malang mengikuti proses perkuliahan secara daring. "Kuliah luring uji coba bagi mahasiswa yang berdomisili di Malang pada Oktober. Secara keseluruhan kuliah tatap muka kemungkinan Januari," imbuhnya.

Saat ini, rektorat Poltekkes sedang menyiapkan sarana prasarana untuk pelaksanaan kuliah luring dan daring atau metode hibrida. "Persiapan diperlukan agar dosen sekali mengajar di kelas langsung bisa menerapkan dua metode sekaligus," pungkasnya. (BN/OL-10)
 

BERITA TERKAIT