26 September 2021, 08:55 WIB

Media Group Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Kalbar


Ade Alawi | Nusantara

DOK MGN.
 DOK MGN.
Pemprov Kalbar mendapatkan penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik pada 2019 sebagai provinsi paling informatif di Kalimantan.

MEDIA Group Network (MGN) menjajaki kerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga di Bumi Katulistiwa. Rombongan MGN bersilaturahmi dengan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dan manajemen Bank Kalbar, Rabu (22/9).

Rombongan MGN terdiri dari Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia Ade Alawi, Deputi Direktur Sales & Marketing Media Indonesia Gustav Bernard Rotinsulu, Senior Account Manager Metro TV Aldy Prabowo Rahardjo, dan Account Manager Metro TV Vivi Fadjarwati. Gubernur Sutardmidji menyambut hangat kehadiran tim MGN. 

Menurutnya, banyak program Pemprov Kalbar layak diangkat ke tingkat nasional melalui MGN sehingga para pejabat di tingkat pusat dan masyarakat Indonesia mengetahuinya. "Kita perlu mengangkat kebijakan-kebijakan, kearifan lokal, dan potensi Kalbar ke tingkat nasional melalui MGN. Saya minta dikaji kerja sama ini. Saya ingin 'menjual' Kalbar untuk Indonesia dan dunia," kata Sutardmiji di kantor Gubernur Kalbar.

Sebelumnya, Pemprov Kalbar mendapatkan penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik pada 2019 sebagai provinsi paling informatif di Kalimantan dan nomor dua dari delapan provinsi paling informatif se-Indonesia. Penganugerahan diberikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. 

Menurut Sutarmidji, perkembangan digitalisasi di Kalbar mengalami banyak kemajuan di antaranya Data Analytics Room (DAR) Kalbar. DAR merupakan ruang penyajian data pembangunan sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pemerintah serta mendukung pengambilan keputusan oleh pimpinan (decision support system). "DAR berisi dashboard perencanaan APBD, pendidikan, potensi desa, penduduk miskin, kesejahteraan sosial, dan karhutla," ungkapnya. DAR, kata Sutarmidji, sangat efektif memonitor pandemi covid-19 di Kalbar. 

Terkait dashboard potensi desa, sambung Sutarmidji, pihaknya sudah meningkatkan status desa yang semula tertinggal atau sangat tertinggal menjadi desa mandiri. "Kalbar menjadi provinsi tercepat secara nasional dalam laporan updating data Indeks Desa Membangun (IDM) pada 2021. Kini di Kalbar tak ada lagi desa sangat tertinggal. Pada masa awal kepemimpinan saya, hanya ada satu desa mandiri dari 2.032 desa. Kini dalam tahun kepemimpinan saya berhasil membangun 385 desa mandiri," jelasnya.

Sebanyak 52 indikator kebutuhan desa mandiri bisa dipenuhi, lanjutnya, berkat kerja sama dengan semua pihak, di antaranya TNI dan Polri. "Saya menargetkan di akhir kepemimpinan pada 2023 tak ada lagi status desa tertinggal," kata Bang Midji, sapaannya. Sutarmidji bersama Ria Norsan sebagai Wakil Gubernur membangun Kalbar dalam periode 2018-2023.

Dalam kesempatan itu, Direktur Sales & Marketing Media Indonesia Gustav Bernard Rotinsulu mengatakan MGN memiliki banyak platform, yakni media mainstream (Media Indonesia, Metro TV, Medcom.Id, dan Lampung Post) serta media sosial. "Program-program unggulan Kota Pontianak bisa diekspos dan diamplifikasi di berbagai platform MGN," ujar Gustav. 

Baca juga: Seorang Polisi Gugur Ditembak KKB Papua

Hal senada disampaikan Senior Account Manager Metro TV Aldy Prabowo Rahardjo. "Kami juga bisa mempertemukan Pemkot Pontianak dengan pemerintah pusat, pakar, dan pemangku kepentingan lain dalam satu forum diskusi, sehingga bisa menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan menarik," kata Aldi. (OL-14)

BERITA TERKAIT