22 September 2021, 19:02 WIB

Simalungun Didorong Jadi Lumbung Pangan Nasional


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Panen padi di Simalungun, Sumut. 

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendorong Kabupaten Simalungun menjadi lumbung pangan nasional karena memiliki cakupan lahan yang tergolong luas dan produktifitas pertanian yang baik.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, telah berbicara dengan pimpinan dan pejabat daerah Simalungun hingga ke tingkat desa dan menyampaikan dukungan agar daerah tersebut menjadi lumbung pangan nasional. "Kita mendorong Kabupaten Simalungun untuk terus meningkatkan hasil pertanian dan perkebunannya sehingga menjadi lumbung logistik yang mampu menyokong kebutuhan Sumut, bahkan nasional," kata Edy, Rabu (22/9).

Ia menilai Simalungun merupakan daerah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat besar. Bahkan saking banyaknya, hasil pertanian Simalungun masih bisa menyuplai daerah lain di Luar Sumut. Selama ini, Simalungun terkenal dengan hasil pertanian dan perkebunannya, mulai dari beras hingga jeruk. "Simalungun adalah kabupaten di Indonesia yang berpotensi dijadikan sebagai lumbung logistik nasional," kata Edy.

Untuk itu pemprov akan berupaya memberi dukungan dan bantuan kepada Simalungun guna mencapai hal tersebut. Salah satu dukungan yang diberikan adalah perbaikan jalan rusak di Simalungun. Jika tidak ada kendala yang berarti, proses perbaikan ditarget selesai pada 2022.

Kendati demikian, Edy meminta Pemkab Simalungun menggenjot penyerapan anggaran daerah yang hingga September baru sebesar 47,99%. Selain membiayai pembangunan, penyerapan anggaran daerah juga dapat mengangkat kondisi ekonomi daerah yang lesu akibat tertekan pandemi Covid-19.

Gubernur juga meminta para kepala desa di Simalungun untuk mengembangkan potensi desanya masing-masing. Seperti menjadikan wilayahnya sebagai desa wisata atau desa produktif lain dengan menggunakan pembiayaan dari dana desa.

Terpisah, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiolan Sinaga memastikan daerahnya memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat besar dan pantas untuk menjadi lumbung pangan nasional. "Lahan persawahan kami saja mencapai 71 ribu hektare," ujarnya.

Selain padi, kata Radiapoh, selama ini Simalungun juga menghasilkan banyak komoditas pertanian lain seperti jagung, bawang merah dan jeruk. Kendati demikian, dia ingin agar daerahnya tidak hanya menghasilkan komoditas mentah. Selain sebagai lumbung pangan, Radiapoh akan berupa memperkuat industri pengolahan hasil pertanian di Simalungun. Untuk itu dia membuka pintu yang lebar bagi investor dari dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal di daerahnya pada sektor industri pertanian. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT