21 September 2021, 22:10 WIB

Alumni Akabri 96 Gelar Vaksinasi Massal Buat Santri dan Ormas


Media Indonesia | Nusantara

Dok Polda Jateng
 Dok Polda Jateng
Peserta vaksinasi massal di Surakarta

RATUSAN santri dan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) mengikuti vaksinasi massal yang digelar alumni Akabri 1996.  

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Gede Balaikota Surakarta juga diikuti ratusan warga yang belum menerima vaksin tahap 1.

"Rangkaian kegiatan vaksinasi hari ini merupakan hari pertama yang kami laksanakan di Balaikota. Puncaknya nanti 23 September," ujar Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak selaku penanggung jawab kegiatan, di Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (21/9). Ajang ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 25 tahun pengabdian angkatan tersebut.

Ade Safri menambahkan, target kegiatan Kebut Vaksinasi Presisi per hari mencapai 1.400 warga yang tervaksin. Adapun vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinovac untuk tahap 1.

"Hari ini sekitar 914 warga yang tervaksin atau 65% lebih. Sebenarnya banyak warga yang mendaftar, namun karena kondisi kesehatan akhirnya belum bisa divaksin," tegas Ade Safri.

Menurut Kapolresta, sejumlah 10 tim vaksinator dari RS Kustati, RS PKU Muhammadiyah, RS Muwardi, Klinik Sariwarna, Poltekkes, PMI dan staf Dokkes Polresta Surakarta, dilibatkan dalam kegiatan ini.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tidak terdapat warga yang mengalami kondisi ikutan pascaimunisasi (KIPI)," lanjutnya.

Rangkaian kegiatan Kebut Vaksinasi Presisi sudah beberapa kali dilaksanakan. Gelaran serupa juga dilaksanakan di Unisri Surakarta dengan sasaran para mahasiswa se Solo raya pada pertengahan September lalu.

Ade Safri menambahkan, pada puncak kegiatan vaksinasi di Balaikota Surakarta pada 23 September mendatang, akan diserahkan pula sekitar 2.000 paket bansos.

"Kami akan membagikan bansos pada warga Solo yang terdampak pandemi. Semoga paket itu bisa sedikit membantu kebutuhan mereka sehari-hari," tuturnya.

Sementara Kabidhumas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy, selaku koordinator wilayah alumni Akabri 1996 wilayah Jateng, menambahkan vaksinasi menjadi salah satu fokus kegiatan. Mengingat sampai saat ini masih banyak warga yang belum mendapatkan vaksin covid-19.

"Sementara kita mengharapkan agar herd immunity segera terbentuk di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Sejauh ini capaian vaksinasi di Jateng mendekati 9 juta warga. Jumlah itu baru sekitar 30 sekian persen dari target 28,7 juta warga," papar Iqbal.

Iqbal mengimbau kepada warga Jateng yang belum tervaksin untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuannya, agar warga tersebut segera didata untuk menerima vaksin tahap 1 dan tahap 2.

"Jangan takut divaksin. Secara agama, vaksin sudah dijamin aman dan halal. Sedangkan secara medis, vaksin yang digunakan sudah terekomendasi dari Kementerian Kesehatan," imbuhnya. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT