21 September 2021, 19:40 WIB

Empat DPO Teroris MIT Masih Miliki Banyak Bom Rakitan


M Taufan SP Bustan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

MESKI jumlah anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tinggal tersisa empat orang, namun kelompok terafiliasi Islamic State (IS) itu masih tetap berbahaya. Pasalnya, mereka masih memiliki senjata api dan bom rakitan.

Kepala Penanggung Jawab Kendali Operasi Satgas Madago Raya Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan kekuatan empat DPO tersisa itu memang sudah melemah. Satgas, jelasnya, terus melakukan perburuan mempersempit ruang gerak mereka di hutan pegunungan Poso, Parigi Moutong, hingga Sigi.

Namun, menurutnya, prajurit Polri dan TNI harus tetap waspada dan jangan sampai lengah. Karena saat terdesak, kelompok tersebut bisa saja langsung melakukan perlawanan. "Apa lagi mereka masih memiliki satu senjata api dan banyak bom rakitan," terang Rudy, Selasa (21/9).

Saat ini, perburuan terhadap empat DPO tersisa difokuskan ke titik titik yang dicurigai sebagai tempat mereka biasa melintas di hutan pegunungan mulai dari wilayah Poso, Parigi Moutong, hingga Sigi. Saat aparat berhasil menewaskan Ali Kalora dan Jaka Ramadan tewas, keempat DPO berada di lokasi terpisah.

"Ali Kalora dan Jaka Ramadan itu sudah lama terpisah dengan empat DPO lainnya. Keberadaan mereka itu yang terus diselidiki satgas, karena wilayah operasi luas," ungkap Rudy.

Satgas Madago Raya tetap mengimbau agar empat DPO MIT mau menyerahkan diri. Rudy menambahkan, jika mereka menyerahkan diri akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku di negara ini. "Namun jika mereka masih terus melakukan perlawanan, satgas akan bertindak tegas terukur," tandas Rudi.

Diketahui, empat DPO MIT yang tersisa adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata. Dari empat orang itu tidak ada sosok pemimpin MIT baru yang bisa menggantikan Ali Kalora.

Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas bersama anak buahnya Jaka Ramadan alias Rama alias Ikrima saat baku tembak dengan prajurit Polri dan TNI yang tergabung dalam Satgas Madago Raya di pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu (18/9) lalu.  Pasca baku tembak itu, satgas menyita pelbagai barang bukti di antaranya senjata api laras panjang jenis M16, amunis aktif, bom rakitan, dan sejumlah barang bukti lainnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT