20 September 2021, 22:55 WIB

Pemprov Jawa Barat Dukung Film Bertemakan Budaya


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/ANGGORO
 MI/ANGGORO
Film bertemakan budaya lokal Jawa Barat si Kabayan

SOSOK Kabayan yang menjadi ikon khas Jawa Barat akan kembali diangkat ke dalam film. Tokoh imajinatif yang dianggap lucu, polos namun
jujur dan cerdas tersebut akan diangkat ke dalam film yang sarat dengan
sosialisasi hidup sehat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyokong pembuatan film berjudul Kabayan Milenial Bersinar karena dianggap banyak mengandung
muatan lokal.

Asisten Daerah Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim, mengatakan, pihaknya mendukung film ini
karena mengangkat budaya Sunda.

Selain itu, dia juga mengapresiasi karena sinematografi inipun
mengangkat lokasi wisata di Jawa Barat. "Ini menjadi kabar gembira di
tengah tekanan bagi dunia pariwisata kita akibat pandemi," ucapnya di
Bandung, Senin (20/9).

Lebih dari itu, Dudi juga mengapresiasi film ini karena banyak
mengampanyekan kebaikan terutama di masa pandemi ini. Salah satunya terkait sosialisasi capaian vaksinasi di Jawa Barat.

Tak hanya itu, film juga mengajak warga untuk menerapkan protokol
kesehatan. "Kami ucapkan selamat dengan dibuatnya film Kabayan ini.
Semoga warga Jabar bisa mengambil nilai-nilai dan pesan dari film
Kabayan ini," katanya.

Produser Kabayan Milenial Bersinar, Yayat Hidayat, mengatakan, film yang dikemas menjadi sketsa komedi tersebut dibintangi oleh sejumlah pemeran asal Jawa Barat. Pembuatannya telah rampung pada bulan lalu.

"Film ini akan ditayangkan di TVRI nasional pada 25 September 2021 pada
pukul 22.00 WIB," katanya.

Menurutnya, film ini merupakan sikap idealismenya untuk mengekspos budaya Jawa Barat yang sangat kaya. "Kebudayaan Jawa Barat itu kan banyak sekali yang bisa kita gali. Salah satunya cerita tentang
kabayan yang menjadi legenda. Itulah yang menjadi garapan Aria Production bersama kawan-kawan," ujar Yayat saat peluncuran film
Kabayan Milenial Bersinar, Senin (20/9).

Yayat mengatakan, pihaknya menilai tokoh Kabayan merupakan ikon dari
Jawa Barat. Namun, sangat disayangkan masyarakat menganggap Kabayan
adalah sosok yang bodoh, malas, dan lugu.

"Di mata masyarakat kabayan ini adalah sosok yang bodoh dan layak
ditertawakan. Padahal si Kabayan identik dengan banyak akal," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, melalui film ini pihaknya merasa perlu untuk
merekontruksi ulang sosok Kabayan dengan situasi dan kondisi yang relevan dengan zaman sekarang. Di dalam film ini, ditunjukkan bahwa si Kabayan mampu beradaptasi dengan situasi pandemi covid-19 yang memang
membuat banyak pihak kesulitan.

"Si Kabayan itu mampu mengatasi situasi, bagaimana diceritakan sebagai
petani milenial yang mendistribusikan hasil buminya secara daring,"
katanya.

Yayat berharap harkat dan martabat Jawa Barat bisa kian
terangkat. Hingga masyarakat Jawa Barat bisa lebih percaya diri di saat
berkompetisi di level nasional maupun internasional.

Yayat juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jabar yang sejauh ini telah menyokong secara serius produksi dari film Kabayan Milenial Bersinar ini.

"Pemprov Jabar memiliki perhatian yang sangat baik terhadap
nilai-nilai kebudayaan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada
pemain yang sudah terlibat pada pembuatan film ini," paparnya.

Film si Kabayan diperankan oleh Farihin, sementara Reka Ayu Adella
menjadi Nyi Iteung. Selain itu, juga dibintangi oleh seniman asal Jabar
lainnya, seperti Ki Daus, Ceu Edoh dan Andini. (N-2)

BERITA TERKAIT