17 September 2021, 20:38 WIB

Pemkot Solo dan Petrotekno Rintis SDM Migas Unggul


Mediaindonesia.com | Nusantara

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Kerja sama pelatihan Solo di Tekno Park

PEMERINTAH Kota Surakarta dengan PT Petrotekno berkolaborasi dalam pengembangan pelatihan di Solo Technopark. Sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) dari Pemerintahan Kota Surakarta ini, diharapkan mampu melahirkan banyak sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk industri migas nasional. 

Acara penandatanganan dilakukan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dengan Presiden Direktur Petrotekno Hendra Pribadi, di UPT Solo Teknopark, Jumat (17/9) di Surakarta.

Turut menyaksikan acara kesepakatan bersama tersebut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko, Pimpinan UPT Solo Technopark Yudit Cahyantor dan lainnya.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berharap melalui kerja sama Pemkot Surakarta dan Petrotekno bisa membangun kapasitas SDM nasional. Pasalnya Solo Technopark dengan luas 8 hektare memiliki fasilitas yang mumpuni untuk menjadi wadah pembibitan SDM unggul untuk industri migas nasional.  

"Ini menjadi potensial untuk kita membangun kapasitas nasional. Kami sekarang membangun bagaimana jualan kapasitas nasional lebih besar. Itulah kami sangat tertarik untuk bagaimana nanti membawa teknologi hulu migas ini untuk bisa dikerjasamakan dengan Solo Technopark ini,” kata Dwi Soetjipto dalam keterangannya, Jumat (17/9). 

Baca juga : Anggota Polresta Sidoarjo Jadi Orangtua Asuh 99 Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur Petrotekno Hendra Pribadi mengatakan kerja sama ini dikhususkan dalam kolaborasi pengembangan pelatihan di Solo Technopark sebagai salah satu UPT dari Pemerintahan Kota Surakarta. 

“Tidak berbeda dengan pelatihan-pelatihan pada umumnya, pendidikan dan pelatihan di industri migas selalu mengutamakan hands on practical experience. Para peserta diharapkan dapat menangani secara langsung praktik penggunaan peralatan serta teknologi yang dipergunakan di lapangan migas," urainya.  

Hal ini menyebabkan pentingnya kehadiran sebuah fasilitas pendidikan vokasi dengan fasilitas praktik yang terdepan seperti yang dimiliki oleh Solo Technopark. Pelatihan untuk industri migas juga memiliki kekhususan tertentu yang tidak ada sektor lain. 

“Standard keselamatan kerja yang tinggi adalah salah satunya. Sebabnya kondisi kerja di migas sarat dengan potensi bahaya maka pelatih harus mengkondisikan situasi yang sama di dalam fasilitas pusat pelatihannya untuk menghadirkan pengalaman pelatihan yang lengkap,”ujarnya.

Bukti awal kerja sama ini, sebanyak 15 siswa yang berasal dari Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Kabupaten Teluk Bintuni yang dioperasikan oleh Petrotekno memulai pelatihan lanjutan di Solo Technopark. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT