17 September 2021, 07:50 WIB

Bandara Kualanamu Cari Investor untuk 3 Proyek


Mediaindonesia | Nusantara

MI/Yoseph Pencawan
 MI/Yoseph Pencawan
Bandara Internasional Kualanamu

KEMENTERIAN Investasi/BKPM bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Angkasa Pura Aviasi menawarkan tiga proyek investasi di Bandara Kualanamu  di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Ketiga proyek yang ditawarkan dalam kegiatan market sounding yang digelar secara daring, Kamis (16/9) itu adalah Airport City yang terdiri dari hotel, convention hall, lapangan golf & driving range, theme park, retail, dan rumah sakit; E–Commerce Center Warehouse; dan Integrated Commercial Area- Factory Outlet and MICE.

"Kami sangat mengapresiasi semangat PT Angkasa Pura Aviasi dalam melakukan sosialisasi peluang investasi yang dimilikinya di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini. Pelayanan infrastruktur bandara yang dapat meningkatkan iklim investasi sangat dibutuhkan, terutama pada kondisi bisnis bandara yang sedang turun," kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, hari ini.

Baca juga: Kejari Sikka Minta Maaf karena Caci Maki dan Ajak Duel Kadiskes

Menurut Nurul, pengelolaan infrastruktur transportasi udara dituntut untuk mampu berinovasi dalam pengembangan bisnis agar dapat terus memberikan pelayanan yang baik.

"Dengan ketiga proyek yang ditawarkan ini, kami yakin dapat mendukung pengelolaan bandara sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara maupun Indonesia," imbuhnya.

Nurul berharap pengelolaan bandara itu tidak hanya dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, namun juga dapat mewujudkan konsep bandara masa depan sebagai infrastruktur multimoda dan multifungsi yang dapat mendorong pengembangan kawasan di sekitarnya.

Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris menyampaikan pihaknya saat ini dalam tahap mencari mitra strategis untuk menjadi rekan dalam mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu.

Mitra strategis akan menjadi pemegang saham maksimal 49 persen di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara sebesar 51 persen saham akan dikuasai Angkasa Pura II.

Haris meyakinkan bahwa model pengembangan bandara ini akan menguntungkan dan mengakselerasi peningkatan bisnis kebandarudaraan Indonesia. Ke depan, kapasitas terminal penumpang Bandara Internasional Kualanamu akan ditingkatkan hingga mencapai 40 juta penumpang per tahun.

Saat ini, Bandara Kualanamu saat ini memiliki kapasitas terminal penumpang 9 juta orang per tahun dan menyandang status Bintang 4 dari Skytrax. Akses menuju Bandara Kualanamu didukung dengan berbagai alternatif, mulai dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi hingga akses dengan Kereta Bandara Railink dengan waktu tempuh dari bandara ke pusat kota Medan sekitar 30 menit.(Ant/OL-4)

BERITA TERKAIT