16 September 2021, 22:25 WIB

Tiga Tahun Membangun, Bangka Menuju Sejahtera dan Mulia


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy Ferdiansyah
Bupati Bangka Mulkan saat memimpin jajarannya mengoptimalkan pendapatan pajak daerah.

BANGKA merupakan Kabupaten tertua di Bangka Belitung. Daerah ini memiliki luas wilayah lebih besar dari kabupaten dan kota lain di provinsi itu, begitu juga dengan jumlah penduduknya.

Total luas Kabupaten Bangka mencapai 2.951 kilometer persegi. Jumlah penduduknya, pada 2019 lalu mencapai 318.756 jiwa.

Sebagai kabupaten tertua dengan wilayah yang begitu luas, pemerataan pembangunan bukan perkara yang mudah dilakukan. Terlebih di masa pandemi covid-19, saat ini.

Pandemi covid-19 yang berkepanjangan sudah menguras anggaran yang ada,
termasuk dana untuk pembangunan. Banyak anggaran harus direfokusing untuk penanganan covid-19.

Kondisi itu membuat siapa pun yang memimpin di Kabupaten Bangka harus bekerja keras guna mewujudkan pembangunan yang merata. Bukan soal mudah melakukannya di tengah keterbatasan anggaran seperti sekarang.

Namun, bagi Bupati Bangka Mulkan dan Wakil Bupati Syahbudin, pantang bagi mereka untuk patah semangat. Setelah dilantik pada 2018 lalu, pasangan ini tancap gas, mewujudkan visi dan misi pembangunan Bangka : Sejahtera dan Mulia (Setara).

Perencanaan matang pun disusun. Visi misi kedua pemimpin diejawantahkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bangka.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Bangka, Darol Arkum mengatakan, perencanaan pembangunan dalam tiga tahun ini fokus pada beberapa sektor, sesuai dengan visi-misi pasangan Mulkan-Syahbudin.

Ia menyebutkan visi-misi pasangan bupati-wakil bupati itu, di antaraya tentang reformasi pelayanan publik. Selain itu soal pengembangan sumber daya manusia.

Yang lain ialah pemerataan pembangunan infrastruktur, pembangunan
lingkungan hidup dan peningkatan perekonomi daerah.

"Kita melihat dalam tiga tahun kepemimpinan duet Mulkan-Syahbudin, pembangunan sudah terencana dan tercapai dengan baik, baik itu pendidikan, Kesehatan maupun infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten," ungkap Darol, Kamis (16/9).

Darol membeberkan keberhasil pembangunan dalam tiga tahun terakhir, salah satunya pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

"Ini bukti nyata yang sudah dilakukan pasangan Mulya. Ad beberapa puskesmas yang dibangun, salah satunya Puskesmas Sungailiat. Semua dibangun di masa pandemi covid-19," ujarnya.

Infrastruktur jalan, menurutnya, yang menjadi kewenangan kabupaten, jalan rusak berat dan ringan, menghubungkan, antar wilayah kecamatan dan desa  diperbaiki untuk menjaga konektivitas dan mobilitas masyarakat, sehingga perekonomian meningkat

"Saya rasa sekarang ini, sudah tidak ada lagi jalan rusak di Bangka. Semua sudah mantap," ungkapnya.

Ia mengakui pandemi membuat hampir semua sektor terganggu. Namun, itu tidak menghentikan Kabupaten Bangka untuk mencetak prestasi.

"Atas capaian pembangunan di Bangka, daerah ini mendapat pengakuan sebagai kabupaten terbaik di Indonesia dalam melakukan pembangunan. Bangka menyisihkan 430 kabupaten dan kota lain," lanjut Darol.  

Prestasi ini tidak terlepas dari bidang perencanaan yang matang, menyangkut capaian makro dan mikro, angka kemiskinan, dan berbagai
indikator lainya. Capaian itu yang membuat Bangka menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

"Prestasi di bidang inovasi, membuat Bangka masuk 35 kabupaten/Kota terbaik. Kami mendapatkan dana insentif daerah sebesar Rp13 miliar dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) juga mendapatkan insentif. Tahun ini, kami targetkan masuk 10 besar Inovatif Goverment Award (IGA)," paparnya.


Tantangan


Dosen Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) Ibrahim
menilai, 3 tahun jalannya pemerintahan pasangan Mulkan-Syahbudin diwarnai sejumlah tantangan.

Salah satunya pandemi covid-19 dan dampaknya. Penanganan pandemi telah menghabiskan separuh dari masa pemerintahan yang sudah berjalan.
Namun tantangan itu, sejauh ini berhasil diatasi dengan baik, dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bagi Ibrahim, Kabupaten Bangka yang memiliki daerah dan jumlah penduduk terluas, mencatatkan proses penanganan covid-19 yang cukup signifikan. Treatmen dan tracking yang masif membuat catatan kasus terus menurun. Catatan itu membuktikan adanya proses penanganan yang lebih baik.

Dari sisi pemerintahan, Kabupaten Bangka di bawah pemerintahan Bupati Mulkan dan wakilnya Syahbudin juga mencatatkan beberapa prestasi di bidang perencanaan. Mereka langganan juara di bidang perencanaan pembangunan dengan berbagai inovasi yang menarik.

"Perencanaan bagaimanapun adalah hulu dari sebuah pembangunan daerah. Saya ira praktik desain kebijakan ada di sana," kata Ibrahim.

Sementara, dari sisi kelembagaan, lanjutnya, sinergi antarlembaga
selama ini sudah berjalan sangat baik. Komunikasi dengan berbagai
pemangku kepentingan berjalan cukup harmonis. Salah satunya dengan pihak kampus.

Dia mengapresiasi upaya komunikasi Pemkab Bangka dengan Universitas
Bangka Belitung. "Terutama dalam diskusi-diskusi berkenaan dengan
pengembangan kampus dan kawasan di sekitarnya," ujarnya.

Di waktu yang tersisa 2 tahun ke depan, tantangannya adalah pada
penanganan dampak pandemi covid-19. Resesi ekonomi yang muncul harus
dicarikan cara untuk mengelolanya dengan cepat dan antisipatif.

Rakyat Bangka tentu menunggu proses percepatan pemulihan, salah satunya
melalui terobosan di bidang ekonomi, menggenjot sektor ekonomi rakyat,
dan mendorong kembali bisnis agar segera menggeliat.

"Tantangan lain saya kira adalah pengembangan kawasan wisata, khususnya
pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), mengelola dampak lingkungan dari penambangan, serta melakukan koordinasi dalam rangka dialog antar pemangku kepentingan untuk mengantisipasi persoalan gesekan di bidang pertambangan," paparnya.

Ibrahim mengakui 3 tahun yang telah berjalan dan 2 tahun yang tersisa akan jadi golden age atau puncak kejayaan bagi pasangan bupati dan wakil bupati untuk memastikan bahwa Bangka berada dalam kurva menanjak dari berbagai sisi.

"Saya menyarankan untuk tidak cepat fokus pada pilkada berikutnya. Fokus pada realisasi visi-misi justru akan menjadi alat kampanye yang
lebih efektif dan efisien," saran Ibrahim.


Pendapatan pajak


Bupati Bangka Mulkan mengatakan tahun ini akan mengoptimalkan pendapatan pajak daerah dari sektor lain, agar pembiayaan pembangunan tetap berjalan baik.

"Tahun ini  tersisa tiga bulan lebih. Setiap pekan, kita selalu melakukan evaluasi, baik program, kegiatan maupun pendapatan dan penerimaan," ujarnya.

Tahun ini, diakui Mulkan, menjadi tahun yang sulit, karena pemotongan pengurangan dana alokasi umum yang mencapai Rp16,23 miliar.

Situasi berbeda terjadi pada 2020. Kala itu ada pemotongan anggaran dan refokusing belanja modal hingga 50% yang dialihkan untuk kesehatan.

Tetapi, lanjutnya, pada 2020, Bangka masih dapat dana tambahan, seperti Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah. Karena itu, refokusing tidak mempengaruhi pembiayaan pembangunan pada 2020.

"Pada 2020 tidak ada pengurangan DAU yang berjumlah Rp500 miliar lebih, sehingga pembiayaan tidak terganggu," ungkapnya.

Sementara tahun ini, DAU sudah dikurangi Rp16,23 miliar di awal tahun. "Juni lalu, untuk menutupinya, kami membuat dua skema dengan
merasionalisasi angggaran. Bentuknya pemotongan gaji tenaga kontrak dan pemotongan tambahan perbaikan penghasilan (TPP) sebesar 18%," ujar Mulkan.

Dengan dua skema itu, tidak ada pemotongan dana kesejahteraan pegawai maupun tenaga kontrak.

Ke depan, dia mengajak semua pegawai bekerja keras dan bergotong royong. "Tugas berat ini kita pikul bersama. Untuk menutupi kekurangan anggaran, kita tingkatkan pendapatan, optimalkan pendapatan," tegasnya.

Tiga tahun berjalan, Mulkan mengajak masyarakat terus melanjutkan pembangunan. "Kita optimalkan pendapatan pajak agar bisa membiayai pembangunan hingga dua tahun ke depan," tegasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT