14 September 2021, 18:27 WIB

Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jateng, Pemda Dimnta Siaga Bencana


Lilik Damawan | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

BMKG Semarang, Jawa Tengah (Jateng) mengingatkan potensi munculnya cuaca ekstrem dalam tiga hari mendatang. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer laut, terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia.

Bersamaan dengan itu, teramati juga aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan oleh BMKG Semarang, dengan adanya fenomena tersebut dibarengi anomali suhu muka laut yang masih hangat di sebagian besar perairan di Indonesia, maka terbentuk awan-awan hujan.

"Kondisi atmosfer yang masih labil pada skala lokal juga mampu meningkatkan potensi konvektif kuat yang menyebabkan pembentukan awan. Sehingga hujan menjadi lebih intensif di beberapa wilayah Indonesia termasuk di wilayah Jateng,� kata Rendi, Selasa (14/9).

Menurut Rendi, berdasarkan prakiraan dari BMKG Ahmad Yani Semarang dalam tiga hari ke depan, ada potensi cuaca ekstre, dan curah hujan dengan intensitas lebat. Bahkan, disertai dengan dengan kilat atau petir dan angin kencang.

"Ada sejumlah daerah yang potensial terjadi cuaca ekstrem. Kalau di wilayah Jateng bagian selatan adalah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masing-masing pemkab untuk meningkatkan kewaspadaan," jelasnya.

Sebab, dengan cuaca ekstrem yang terjadi, maka bisa menimbulkan dampak bencana, di antaranya adalah banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (OL-15)

BERITA TERKAIT