10 September 2021, 14:38 WIB

Hindari Korban lagi, BBKSDA Riau Tangkap Harimau Betina di Teluk Lanus


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

MI/BBKSDA Riau
 MI/BBKSDA Riau
BBKSDA Riau tangkap harimau

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil menangkap harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) berkelamin betina di lokasi konflik di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (9/9).

Sebelumnya pada Minggu (29/8) lalu, telah jatuh korban jiwa seorang pekerja sawit PT Uniseraya berinisial MA, 16, yang berasal dari Kecamatan Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumatra Utara (Sumut).

Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono mengatakan pada Kamis (9/9), pukul 06.00 WIB, tim melakukan pengecekan terhadap kandang jebak yang dipasang sekitar 50 meter dari jasad korban ditemukan saat kejadian.

"Seekor harimau sumatra telah masuk ke dalam kandang jebak (box trap) tersebut. Harimau berkelamin betina, berumur sekitar 3 tahun. Tim melakukan pembiusan terhadap harimau sumatra untuk dipindahkan ke kandang angkut," ungkap Hartono, Kamis (9/9).

Dijelaskannya, berdasarkan hasil observasi oleh tim medis di lapangan, diketahui fakta terdapat luka jerat di kaki depan sebelah kanan. Adapun kondisi luka jerat yang telah mengalami pembengkakan dan terdapat myasis atau belatung serta pembusukan jaringan.

"Selanjutnya, akan dilakukan observasi dan pengobatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat," ujarnya.

Baca juga :DPO Perjalanan Dinas Tertangkap Dijebloskan ke Rutan Garut

Hartono mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun karena dapat membahayakan satwa liar yang dilindungi. Dia juga menyampaikan agar pemegang konsesi aktif melakukan pembersihan jerat di wilayah konsesinya.

Hartono menambahkan, kronologis tertangkapnya harimau diawali dengan kerjasama tim gabungan. Yaitu BBKSDA Riau bersama Polres Siak, Polsek Sungai Apit dan PT Triomas, pada Selasa (30/8) turun ke lokasi terjadinya peristiwa ditemukannya korban bernama MA. Tim berada di lapangan untuk mengumpulkan keterangan dan identifikasi lokasi kejadian.

"Saat itu tim menemukan jejak satwa harimau sumatra dan tengkorak kepala korban tidak begitu jauh dari ditemukannya jasad korban saat kejadian. Tim kemudian melakukan pemasangan 2 box trap dan 3 camera trap di sekitar lokasi kejadian," jelasnya.

Kemudian pada Senin (6/9), tim kedua yang terdiri dari Tim BBKSDA Riau dan Yayasan Arsari didatangkan. Tim dari PT Uniseraya juga telah menunggu di lokasi. Selanjutnya pada Rabu (8/9) sekitar pukul 18.30 WIB, tim mendengar suara pintu kandang jebak tertutup.

"Karena waktu telah malam dan kondisi gelap, maka tim memutuskan untuk melakukan pengecekan pada pagi harinya. Kemudian pada Kamis (9/9), pukul 06.00 WIB, saat pengecekan dijumpai harimau sumatra telah masuk di kandang jebak," pungkasnya.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT