06 September 2021, 21:55 WIB

Warga Pesisir Tuban Operasikan Tungku Pembakar Sampah dan Limbah Laut


M Ahmad Yakub | Nusantara

 ANTARA/Muhammad Iqbal
  ANTARA/Muhammad Iqbal
Tungku pemusnah sampah yang dioperasikan di Tangerang, Banten.

MASYARAKAT Desa Pabeyan dan Begadon, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Jawa Timur, mulai mengoperasikan tungku pembakar sampah, Senin (6/9). Tungku
yang mampu membakar sampah sebanyak 10 ton dalam waktu 3 jam ini dibuat atas hasil kerja sama pemerintah kabupaten, TNI dan pemerintah desa.

Pengoperasian tungku pembakar sampah ini diresmikan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. "Tungku ini mampu menyelesaikan masalah  sampah yang sering dikeluhkan masyarakat sekitar. Selain sampah rumah tangga, proses pembakaran juga dilakukan untuk pemilahan hasil laut. Kami harap lingkungan dan tepian pantai menjadi bersih."

Bupati menerangkan keberadaan tungku pembakar sampah juga mampu membuka
potensi ekonomi yang dapat dikembangkan serta bisa meningkatkan ekonomi
keluarga nelayan. Saat nelayan berangkat melaut, keluarga mereka dapat bercocok tanam menggunakan abu hasil pembakaran.

"Bisa juga menjual abu hasil pembakaran sebagai kompos," jelasnya.

Pemkab Tuban juga telah mengalokasikan anggaran APBD  2021 ini untuk
menyediakan alat penyisir sampah, utamanya di tepian pantai. Nantinya, alat tersebut dapat dikolaborasikan dengan tungku pembakar sampah yang telah tersedia. Sementara pengelolaan tungku pembakaran sampah ini dapat dikerjasamakan dengan bank sampah.

"Langkah tersebut selaras dengan upaya Pemkab Tuban untuk mengurangi dampak negatif sampah dengan mengolah sampah menjadi bahan bakar untuk industri," tambahnya.

Sementara Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon menambahkan pengoperasian tungku pembakaran bahan yang tidak berbahaya dan sudah tidak terpakai tersebut mengunakan bahan bakar campuran oli bekas, batok Kelapa dan air.

"Panas tungku bisa mencapai 800 derajat celsius," ujarnya.

Tungku mampu membakar sampah kurang lebih 10 ton dalam kurun waktu
3 jam dan dengan bahan bakar 10 liter oli bekas. Hasil pembakaran berupa abu bisa dimanfaatkan untuk kompos yang dapat digunakan bercocok tanam.

Abu sisa pembakaran memiliki kandungan untuk antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan pupuk kompos lainnya.

"Kodim akan membangun 10 titik tungku di sepanjang pantai Tuban.
Ke depannya akan terus ditingkatkan hingga seluruh desa memiliki tungku seperti ini," tegas Viliala. (N-2)

 

BERITA TERKAIT