02 September 2021, 17:50 WIB

Cakupan Testing Covid-19 di Cianjur Masih Jauh Dari Target


Benny Bastiandy | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

CAKUPAN testing Covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, relatif masih cukup rendah. Dari target 5 ribu per hari, baru tercapai 1.000 per hari.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, tak memungkiri dengan kendala masih lemahnya testing. Namun, Pemkab Cianjur terus berupaya agar jumlahnya terus ditingkatkan.

"Memang masih cukup jauh (dari target). Kondisi ini jadi kendala," kata Yusman, Kamis (2/9).

Testing meliputi PCR dan antigen. Yusman menuturkan, di Kabupaten Cianjur sendiri yang melaksanakan testing kebanyakan menggunakan tes usap antigen. "Saat ini penggunaan testing yang paling diminati di Puskesmas yaitu antigen," tuturnya.

Alasan Puskesmas sendiri menyiapkan lebih banyak alat tes usap antigen karena hasilnya cepat keluar. Sehingga bisa lebih cepat diketahui untuk melakukan penanganan covid-19. "Kalau untuk PCR waktunya agak lama, sehingga bisa menyebabkan untuk memutus mata rantai covid-19 kurang efektif," tegasnya.

Kabupaten Cianjur berdasarkan penilaian sudah tidak ada zona merah. Saat ini hampir 98,5% berada pada zona hijau.

"Jadi, penilaian zonasi berdasarkan lingkungan RT. Sekarang nol zona merah. Hampir semuanya zona hijau. Itu sekitar 98,5%," jelasnya.

Sedangkan untuk zona oranye berada di 6 kecamatan. Di antaranya berada di Kecamatan Ciranjang, Kecamatan Cijati, dan Cikalongkulon. "Sisanya zona kuning," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT