31 August 2021, 09:05 WIB

Rasio Tracing Covid-19 Kabupaten Sidoarjo Tertinggi di Jatim


Heri Susetyo | Nusantara

MI/Heri Susetyo
 MI/Heri Susetyo
 

CAPAIAN rasio tracing atau penelusuran pada kontak erat penderita covid-19 Kabupaten Sidoarjo tertinggi di Jawa Timur yaitu 34,2. Artinya setiap ada warga terpapar covid-19, maka dilakukan tracing pada orang kontak erat sedikitnya 34 orang. 

Ini adalah data dari hasil input aplikasi Silacak pada 27 Agustus lalu. Capaian rasio tracing kedua tertinggi adalah Kabupaten Lamongan 18,9 dan ketiga adalah Kabupaten Gresik 16,2.
 
Capaian rasio tracing Kabupaten Sidoarjo ini jauh dibandingkan rasio rata-rata di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang hanya 8,2. Capaian rasio tracing terendah adalah Bangkalan yaitu hanya 0,5.
 
Komandan Kodim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Muhamad Iswan Nusi mengatakan, keberhasilan Kabupaten Sidoarjo keluar dari zona merah dan ke zona orange atau level 3 adalah berkat kerja keras TNI, Polri, Pemda Sidoarjo, dan stakeholder terkait.

Namun Iswan Nusi memberikan apresiasi khusus kepada empat pilar tingkat desa yang sudah bekerja keras melaksanakan tracing, testing dan treatment kepada warga yang terkonfirmasi positif. Kerja keras itu berhasil menurunkan angka penyebaran covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. "Tentu gembira akhirnya kerja keras ini membawa hasil, namun tidak cepat berpuas diri," kata Iswan Nusi. 

Iswan Nusi menjelaskan, setelah menerima data NAR dari Dinkes Sidoarjo Babinsa, dan Bhabinkamtimmas melakukan tracing atau mencari orang yang kontak erat dengan warga terpapar. Orang yang terlacak kontak erat selanjutnya ditesting oleh bidan des atau nakes puskesmas.
 
Apabila hasilnya positif, yang bersangkutan akan dibawa ke tempat isolasi terpusat di Hotel Delta Sinar Mayang atau Mal Pelayanan Publik. Di tempat isolasi terpusat sudah ada tenaga medis yang sewaktu-waktu mengecek kondisi pasien covid-19. Sehingga pelaksanaan isolasi terpusat lebih maksimal hasilnya dibandingkan isoman di rumah. (HS/OL-10) 

BERITA TERKAIT