25 August 2021, 09:36 WIB

KM Sirimau Diresmikan Sebagai Kapal Isoter Pasien Covid- 19 di Kota Sorong


Martinus Solo | Nusantara

ANTARA/Olha Mulalinda
 ANTARA/Olha Mulalinda
Prajurit Marinir melambaikan tangan kepada penumpang KM Sirimau di pelabuhan Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (24/8).

WALI Kota Sorong. Lambert Jitmau, didampingi Kepala PT Pelni cabang Sorong, Kepala KSOP Sorong, dan General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Sorong, secara resmi meresmikan KM Sirimau sebagai tempat Isolasi Terpusat (Isoter) terpadu bagi pasien covid-19  tanpa gejala, Rabu (25/8), di Pelabuhan Sorong.

Dengan disaksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, secara virtual, kapal tersebut kini resmi beroperasi dan siap melayani masyarakat kota Sorong yang terkonfirmasi positif covid-19, baik Orang Tanpa Gejala (OTG), sedang, maupun ringan. 

Kapal yang berlabuh 1,5 mil dari Pelabuhan Sorong itu kini telah menerima 11 pasien covid-19.

Baca juga: Gubernur Banten : Tiap Sekolah Laksanakan Vaksinasi Untuk Mulai PTM

Pada kesempatan itu, Wali Kota Sorong mengimbau warga, yang tengah menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) agar tidak malu dan mau melaporkan diri di Puskesmas terdekat, agar dapat menjalani perawatan di KM Sirimau.

Dirinya juga berharap pasien yang tengah menjalani perawatan dan yang akan dirawat di rumah sakit terapung tersebut dapat segera sembuh dan kembali kepada keluarga dan masyarakat.

"Ini cuma-cuma, tidak dipungut biaya apapun. Selama dirawat, makan dan minum gratis, diberi obat dan vitamin, dan fasilitas lainnya. Mudah-mudahan dapat segera sembuh dan kapal ini akan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya, ujar Wali Kota.

Sambungnya, hingga saat ini, jumlah pasien covid-19 yang tengah menjalani perawatan di lima rumah sakit sebanyak 18 pasien, yang tersebar di rumah sakit pemerintah maupun swasta.

"Para tenaga kesehatan sebagai prajurit, siap untuk melayani ini. Biarlah pasien ini cepat sembuh dan kembali ke rumah masing-masing. Itulah harapan saya sebagai Wali Kota dan sebagai orangtua di kota ini," harap Wali Kota.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam sambutannya secara virtual, mengatakan KM Sirimau berkapasitas 460 bed yang dapat digunakan untuk melayani masyarakat kota Sorong.

Dengan adanya Isoter, diharapkan masyarakat kota Sorong yang saat ini tengah menjalani Isoman di rumah, dapat menjalani perawatan di Isoter kapal terapung. 

Disebutkan, apa yang tengah dilakukan, merupakan bagian dari usaha menjalankan amanat Presiden RI dalam menghadapi covid-19, agar masyarakat tidak lagi terpapar.

"Semoga apa yang kita lakukan ini, bermanfaat untuk bangsa, dan membuat Indonesia menjadi tambah maju," kata Menteri Perhubungan.

Perlu diketahui, KM. Sirimau mempunyai 460 bed, dimana 449 bed diperuntukkan bagi pasien covid-19, dan 11 bed sisa akan digunakan bagi dokter dan tenaga kesehatan. 

Selama berlabuh, mobilisasi bagi tenaga kesehatan dan pasien covid-19 (yang akan dirawat dan yang sudah sembuh), akan dilayani dengan dua speedboat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu speedboat dikhususkan untuk melayani mobilisasi dokter, tenaga kesehatan, dan pasien, sedang speedboat lainnya digunakan untuk mengangkut logistik ke KM. Sirimau. (OL-1)

BERITA TERKAIT