17 August 2021, 11:50 WIB

Tiga SPBU di Semarang Sediakan Tes Antigen Gratis, Catat Jadwalnya


Haryanto | Nusantara

MI/Haryanto
 MI/Haryanto
Seorang warga seusai tes antigen diberikan vitamin di SPBU Pedurungan, Semarang, Selasa (17/8)

UPAYA memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, Pertamina menyediakan tes antigen gratis dan pemberian vitamin di Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Semarang, Jateng.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho menyebutkan ada 3 SPBU yang menyediakan layanan tersebut di waktu yang berebeda pada Kamis, Jumat, dan Senin .

"SPBU Ahmad Yani pada 12 Agustus 2021, SPBU Pedurungan pada 13 Agustus 2021, dan SPBU Akpol pada 16 Agustus 2021," ungkap Brasto di Semarang, Selasa (17/8).

Layanan tes antigen gratis ini, jelad dai, merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menekan laju penyebaran virus Covid-19 di masyarakat dengan metode 3T (Testing, Tracing, Treatment).

"SPBU merupakan salah satu fasilitas umum yang terus beroperasi di tengah pandemi, untuk itu kami mengajak kepada masyarakat khususnya konsumen SPBU untuk mendeteksi sesegera mungkin apabila merasa terdapat gejala Covid-19, sehingga tracing dan treatment dapat dilakukan sedini mungkin dan tidak menyebar ke orang lainnya," jelasnya.

Brasto menuturkan dalam pelaksanaannya, Pertamina menurunkan petugas kesehatan perusahaan dan bekerjasama dengan salah satu laboratorium Covid-19 yang ada di Semarang.  "Sebanyak 243 orang mengikuti tes antigen dan menerima paket vitamin selama pelaksanaan 3 hari tersebut," tutur Brasto.

Ditemui di SPBU Pedurungan, Jumat (13/8), Hari yang berprofesi sebagai ojek online mengungkapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah menyediakan layanan tes antigen gratis. Layanan gratis ini sangat mendukung kerjanya.

"œSetiap hari saya harus tetap bekerja sebagai ojek bertemu dengan masyarakat. Dengan adanya tes antigen ini bisa memberikan rasa aman kepada saya sebelum nantinya pulang ke rumah bertemu keluarga," tutur Hari. (OL-13)

Baca Juga: RUU Masyarakat Hukum Adat Seharusnya Jadi Prioritas untuk Dibahas

 

BERITA TERKAIT