13 August 2021, 14:35 WIB

Pemprov Sumsel Terus Salurkan Bansos ke Masyarakat


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Wagub Sumsel Mawardi Yahya menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat di Kawasan Tanah Mas KM 14, Banyuasin, Jumat (13/8).

SEBAGAI upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, Pemerintah Provinsi Sumsel terus berkomitmen dalam memberikan bantuan sosial beras. Diketahui, saat ini Pemprov Sumsel sudah menyiapkan 1.000 ton beras untuk diberikan kepada masyarakat.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan masyarakat Indonesia tak terkecuali masyarakat Sumsel khususnya di Palembang. Hal ini berdampak pada kondisi perekonomian yang menurun, kesehatan masyarakat yabg terancam serta daya beli masyarakat berkurang bahkan sebagian masyarakat kehilangan pekerjaanya.

"Oleh karena itu peran serta semua komponen masyarakat baik pemerintah maupun swasta sangat diperlukan agar kondisi menjadi lebih baik," jelas Mawardi saat acara pembagian bantuan beras kepada masyarakat di Kawasan Tanah Mas KM 14, Banyuasin, Jumat (13/8).

Sebagai bentuk perhatian Pemprov Sumsel membantu warganya, sejak beberapa waktu lalu Pemprov telah menyalurkan bantuan sosial beras PPKM tahun 2021 kepada masyarakat Sumsel yang terdampak pandemi.

"Hari ini Pemprov Sumsel melalui anggaran APBD Pemprov akan menyalurkan bantuan sosial beras kepada masyarakat yang belum tersentuh bantuan sosial dari pusat melalui program PKH, program BPNT (kartu sembako), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan babtuan lainnya yang disalurkan melalui program pemerintah pusat," ujar Mawardi.

Ia mengatakan di Kelurahan Tanah Mas ini tentu masih banyak masyarakat yang terdampak Covid dan pemberlakuan PPKM yang perlu mendapatkan perhatian. "Karenanya kita imbau Lurah dan pejabat setempat  bantuan ini harus tepat sasaran," jelasnya.

Adapun sasaran bantuan tersebut yakni berasal dari beragam kalangan mulai dari penarik becak, pedagang bakso, pedagang ikan, ojek online dan lainnya.

Ia mengingatkan dalam pelaksanaan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak  PPKM level IV harus tepat sasaran, sehingga masyarakat yang menerima benar benar berhak mendapatkannya.

"Penyaluran Bansos PPKM harus jelas, data penerima  jangan sampai tumpang tindih. Jika ada  masyarakat yang belum tersentuh bansos, kepala daerah bupati/wali kota  harus segera beri bantuan. Pemprov Sumsel juga akan terus membantu dalam pelaksanaannya dilapangan," ungkapnya.

Selain menyoroti masalah penyaluran bansos harus tepat sasaran, Wagub kembali mengingatkan masyarakat  untuk tetap  disiplin dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 utamanya di saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

''PPKM diperpanjang tidak lain tujuannya untuk mememutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita harapkan  masyarakat tetap patuhi prokes di masa PPKM ini," imbuhnya.

Terkait dengan penanganan Covid-19 di Sumsel, Mawardi menyebutkan Pemprov Sumsel telah membuka Asrama Haji dan juga tower asrama atelit Jakabaring Sport City (JSC) yang dapat digunakan  masyarakat untuk isolasi mandiri. Selain itu juga telah dibuka posko layanan oksigen gratis bagi masyarakat umum.

''Bahkan untuk tracking datanya terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat,'' kata dia.

Sejumlah warga di perumahan Bumi Mas Indah, Kelurahan Tanah Mas KM 14, Kabupaten Banyuasin yang terdampak Covid 19 akhirnya bisa tersenyum sumringah. Ibrahim, 51, warga yang sehari-harinya merupakan sopir bus mahasiswa ini menurutnya sudah 2 tahun belakangan Ia banyak menganggur di rumah.

Hal itu dikarenakan tak ada penumpang yang diangkut. Karena itu pula Ia merasakan betul dampak pandemi Covid 19 dan PPKM Level IV.

"Beberapa bulan lalu seminggu sekali masih narik  penumpang kondangan atau mudik. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi terutama sejak PPKM," ujarnya.

Karena itu Ibrahim mengaku bahagia betul dengan adanya bantuan beras dari Pemprov Sumsel. Menurutnya perhatian Gubernur tersebut setidaknya dapat mengurangi beban mereka dalam menghadapi pandemi.

"Kami sangat berterima kasih sekali. Harapannya bantuan ini bisa terus diberikan kepada warga seperti kami," ucapnya.

Selain Ibrahim, warga lainnya Nisa, 36, juga menuturkan hal serupa. Menurutnya wanita yang sehari-harinya berdagang ikan ini pandemi benar-benar berdampak pada mata pencahariannya.

Pembeli yang minim dan sejumlah pembatasan membuatnya sudah sebulan terakhir tidak berjualan. Akibatnya Iapun kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saat mendapat informasi dari pak RT ada bantuan beras dari Gubernur kami senang sekali. Semoga bantuan ini bisa rutin. Karena ini meringankan sekali beban kami," pungkasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT