13 August 2021, 09:30 WIB

HUT ke 76 RI: Penjualan Bendera di Temanggung Lesu


Tosiani | Nusantara

MI/Tosiani
 MI/Tosiani
Salah seorang pedagang bendera musiman jelang Agustusan memasarkan dagangannya di Jalan Tentara Jenie Temanggung, Jumat (13/8)

PARA pedagang bendera musiman tiap momen menjelang Perayaan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus di Temanggung, Jawa Tengah mengeluhkan sepi lantaran terimbas pandemi covid-19. Kebanyakan warga memilih menggunakan bendera lama untuk menghemat pengeluaran, sehingga tidak membeli bendera baru.

Pedagang bendera musiman jelang Agustusan ini biasanya didrop dari daerah Jawa Barat, dan memang sengaja berjualan bendera ke berbagai daerah setiap tahun menjelang Peringatan Kemerdekaan RI ke 76.

Sepinya penjualan bendera dialami Firman,29, salah seorang penjual bendera asal Garut, Jawa Barat. Ia telah mulai memasarkan dagangannya di Kawasan
Jalan Tentara Jenie Temanggung sejak tiga pekan terakhir. Sebelumnya ia pernah berjualan di Pulau Bali dan Bangka Belitung.

"Sekarang tidak bisa berjualan ke luar daerah karena untuk naik pesawat ke sana harus memenuhi syarat sudah divaksin covid, padahal saya belum vaksin.
Terlebih lagi harga tiketnya mahal, sehingga tidak terjangkau karena sekarang sedang sulit ekonomi,"tutur Firman, Jumat (13/8), di Temanggung.

Diakui Firman, selama tiga pekan terakhir berjualan, rata-rata ia hanya bisa memperoleh hasil Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu per hari. Hasil penjualan paling banyak pernah ia dapat Rp 300 ribu dalam sehari. Kondisi ini berbeda dari sebelum pandemi di mana ia bisa mendapat penghasilan rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp700 ribu per hari.

Baca Juga: Warga Terban Bergotong Royong Kibarkan Merah Putih Raksasa di ...

"Kali ini hasil penjualan untuk biaya makan sehari-hari dan membayar uang kos selama di Temanggung juga sudah pas-pasan,"ujar Firman.

Bendera yang ia jual dipasok dari seseorang di daerah Jawa Barat melalui sistem setoran. Sebelum pandemi selama sebulan berjualan bendera ia bisa
menyetor hingga Rp 10 juta pada seseorang yang ia sebut 'Bos'. Musim Agustusan tahun ini, menurut Firman, kemungkinan ia hanya mampu menyetor
paling banyak Rp 4 juta saja.

Tiap bendera dijual dengan harga yang bervariasi berdasarkan ukuran bendera. Bendera paling kecil dijual Rp20 ribu per lembar. Harga bendera
paling mahal dipatok Rp250 ribu per lembar. Harga ini menurutnya sudah mengalami penurunan dari tahun lalu sebesar Rp 10 ribu per lembar.

"Biasanya saya berjualan selama sebulan, terakhir jualan pada 16 Agustus. Namun inu karena sangat sepi, jadi mungkin besok sudah akan kembali ke Jawa
Barat,"katanya. (OL-13)

Baca Juga: Prihatin, Satpol PP Maumere Tidak Bisa Bedakan Sekolah dan Pasar

 

 

BERITA TERKAIT